Dirayu Ayah Teman di Facebook, Gadis SMA Malah Tergiur Iming-iming Sampai Hamil, Pas Ketahuan. . .
Gadis 16 tahun berinisial IAD itu Hamil dan pelakunya bapak-bapak. Saat hamil, masalah semakin rumit ketika keluarga tidak terima dan berujung ke pol
TRIBUNJAMBI.COM
Penyesalan gadis 16 tahun mau dirayu sesama jemaat gerejanya berbuntut panjang.
Gadis 16 tahun berinisial IAD itu Hamil dan pelakunya bapak-bapak.
Saat hamil, masalah semakin rumit ketika keluarga tidak terima dan berujung ke polisi.
IAD mengaku selalu digoda cantik oleh pelaku bernama Sintua Sirait ayah temannya dan dijanjikan biaya kuliah.
Peristiwa yang menimpa anak di bawah umur ini terjadi di Kecamatan Padang Tualang, Langkat, Sumatera Utara.
Dikutip dari TribunMedan.com artikel 'Sintua Sirait Perdayai Jemaat'
Berikut cerita selengkapnya, IAD termakan rayuan maut Sintua Sirait:
1. Pertemanan di facebook

Awalnya saat IAD SMP, Ia mendapat permintaan pertemanan dari Sintua Sirait di facebook setelah bertengkar dengan anaknya.
Saat itu, obrolan Sintua Sirait hanya sebatas bertanya mengapa IAD cekcok dengan anak Sintua Sirait.
2. Didekati lagi saat SMA

Sintua Sirait kembali menyapa korban di Facebook saat IAD hendak memasuki Sekolah Menengah Atas (SMA).
• Meski Corona, Ratusan Warga Kota Jambi Tetap Ikut Salat Idul Adha di Lapangan Balai Kota
• Resep Meracik Daging Kurban Idul Adha: Bikin Sendiri Baso Sapi di Rumah, Ada 3 Resep
• Modus Gilang Bungkus Jaring Korban, Rata-rata Pria, Terpikat karena Sering Dibilang Begini
Pada saat itu, perbicangan masih perihal pendidikan.
IAD pun sekadar menganggap pria tersebut adalah orang yang dihormati.
“Ketika saya mau sekolah SMA di Stabat. Bapaknya chat saya lagi. Bapak bertanya tentang rencana sekolah. Tapi, pada 2018, saat duduk di kelas 1 SMA, Pak Sintuan rutin memulai komunikasi,” kata IAD Rabu (29/7/2020).
3. Bertemu di rumah pendeta

Kemudian, Sintua Sirait dan IAD kerap berkomunikasi baik lewat media sosial facebook dan WhatsApp.
Sintua Sirait dan IAD bertemu untuk pertama kali di rumah pendeta.
IAD ketika itu dimintai tolong untuk membersihkan rumah pendeta.
Pada saat itu kebetulan pendeta sedang pergi ke luar kota.
Jarak rumah pendeta dengan rumah Sintua Sirait berdekatan.
Bahkan dengan rumah orangtua IAD juga tidak berjauhan.
Mereka masih satu kampung, dan sama sama jemaat gereja di kampungnya.
4. Berlanjut di rumah pelaku

Di rumah pendeta itulah Sintua Sirait mulai melancarkan nafsu bejatnya terhadap IAD dan berlanjut ke rumah.
“Pada saat itu, Pak Sintua mencium dan raba-raba tubuh saya. Dia bilang takut dosa berhubungan intim di rumah pendeta.
Lalu, malamnya saya dibawa ke rumahnya. Di sana saya disetubuhinya,” ujar IAD.
IAD menjelaskan, usai berhubungan intim, Sintua Sirait cerita tidak ada orang di rumahnya karena istrinya pergi membawa muridnya piknik merayakan perpisahan.
“Setelah saya disetubuhi di rumahnya, kami beberapa kali berhubungan intim di penginapan di Kota Stabat. Kebetulan saya sekolah kostnya di Stabat,” katanya.
5. Dirayu cantik dan dibiayai kuliah

IAD merasa menyesal termakan rayuan Sintua Sirait tersebut.
Apalagi, kata-kata manis Sintua Sirait membuat hatinya senang.
“Saya selalu dirayu, dibilang cantik sekali. Lalu, Pak Sintua menjelek-jelekkan istrinya. Dibilang kalau istrinya lebih tua dan tidak menarik. Ia juga menjanjikan akan menanggung biaya kuliah saya serta mencarikan saya kerja,” ujar IAD.
6. Tanda-tanda hamil

Lebih lanjut, pada Februari 2020, Sintua Sirait memberinya tespek tetapi ia tidak pandai menggunakan.
Pada saat itu, Sintua Sirait sudah melihat tanda-tanda perubahan pada tubuh gadis 16 tahun tersebut.
“Saya dikasih tespek tapi enggak tahu memakainya. Bulan April, pendeta datang ke rumah bertemu orangtua. Bilang badan saya sudah lain. Rupanya Pak Sintua berkomunikasi dengan abangnya yang masih satu kampung dengan kami,” kata IAD.
7. Reaksi marah orangtua
Sedangkan, AS, orangtua IAD menyampaikan sangat kesal mendengar anak perempuannya dihamili oleh oknum Sintua.
Apalagi, oknum Sintua merupakan rekan satu kerjanya di PTPN-IV, Langkat.
“Sakit kali hati ini. Dikasih istri pelaku uang Rp 3 juta untuk bawa USG hasilnya diketahui sudah 5 bulan. Kalau masih 2 bulan dikasih pil bisa. Lalu dokter meminta kami untuk berdamai dan anak diungsingkan agar tidak tahu masyarakat,” ujar AS.
Pulang dari rumah sakit, lanjut AS, ia mendatangi rumah oknum Sintua.
Akan tetapi istrinya justru marah-marah. Bahkan melontarkan kalimat yang membuat mereka sakit hati.
“Kami dibilang mau perdagangkan anak karena meminta Rp 100 juta untuk biaya persalinan dan selama mengungsi. Anak saya masa depannya hancur. Sakit hatiku dibilang mau perdagangkan anak,” kata AS.
8. Tersangka Kabur

Kepala Unit (Kanit) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Langkat, Iptu Nelson Manurung mengatakan, Arta Sastra Sirait selaku oknum Sintua dan bekerja di PTPN-IV sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Saat ini, Arta Sastra Sirait kabur sehingga masih diburu oleh petugas kepolisian.
"Kasusnya sudah duduk (sudah ditetapkan tersangka). Dia sekarang kabur, memang belum kami tetapkan sebagai DPO. Hanya saja kami sedang bekerja mengejarnya," katanya.
Ia menjelaskan, upaya pengejaran yang dilakukan polisi melacak alamat kediaman orangtuanya di Pematangsiantar atau Simalungun.
Sebab, informasi yang diperoleh tim, Arta Sastra Sirait kabur ke kampungnya.
"Kami sedang memburunya. Dia dikabarkan sedang berada di Siantar-Simalungun, kita masih lacak"
"Kami juga sudah mengecek ke PTPN-IV tetapi yang bersangkutan sudah pensiun dini. Pihak PTPN-IV mengeluarkan izin pensiun saat masih terjerat hukum. Kami terus melakukan koordinasi dengan perusahaan," ujarnya. (*)
Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Sintua Sirait Perdayai Jemaat, Ditiduri Berulangkali hingga Hamil dengan Rayuan Dibiayai Kuliah
Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Penyesalan Gadis 16 Tahun Setelah Dihamili Ayah Teman, Digoda Cantik Langsung Mau, Cek Fakta-fakta, https://makassar.tribunnews.com/2020/07/31/penyesalan-gadis-16-tahun-setelah-dihamili-ayah-teman-digoda-cantik-langsung-mau-cek-fakta-fakta?page=all.
Editor: Ansar