Human Interest Story

Wisata Bukit Batu di Desa Suban Kini Disepakati Dikelola Pihak Kecamatan dan Berganti Nama

Namun, dipastikan oleh Rustam, Sekretaris Desa Suban bahwa saat ini nama yang disepakati dalam pertemuan bersama dengan pihak Kabupaten Tanjabbar menj

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
IST
Bukit Tempurung Kecamatan Batang Asai. 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Bukit Batu Suban menjadi nama kesekian dari penyebutan objek wisata yang berbentuk bukit.

Namun, dipastikan oleh Rustam, Sekretaris Desa Suban bahwa saat ini nama yang disepakati dalam pertemuan bersama dengan pihak Kabupaten Tanjabbar menjadi Bukit Batu Tinggi di Kecamatan Batang Asam.

Penamaan ini setelah disepakati untuk sementara pengelolah objek wisata bukit tersebut dari enam desa yang ada di Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kata Rustam penamaan tersebut juga berasal dari mulut ke mulut pemuda di sekitar lokasi.

Lokasi Wisata di Suban Tempat Kejadian Pemerkosaan Tiga Perempuan Dibawah Umur Ternyata Bermasalah

Emosi Nikita Mirzani Meledak Ulah Billy Syahputra Gegara Cabe-cabean: Urusan Perempuan Lu Begitu Ya!

BREAKING NEWS Lima Pemuda Desa Suban Diduga Memperkosa Tiga Perempuan Dibawah Umur di Lokasi Wisata

"Bukit batu ini legalitasnya belum jelas. Kemarin ada enam desa mengadakan pertemuan terkait ini wilayah desa siapa. Kemarin sepakat enam desa menurunkan tim batas. Kalo tim batas sudah menentukan masuk desa mana ya kita harus menerima," ungkapnya, Rabu (29/7/2020).

Katanya, selama ini tidak ada dibuat batas yang jelas. Karena sampai saat ini masih berkaca pada pendoman nenek moyang dulu yang berpendoman pada batas alam. Sementara batas alam tersebut saat ini tidak lagi digunakan sebagai penunjuk untuk melegalitaskan wilayah.

"Pengelolaan kemarin itu termasuk individu. Setelah kejadian ini (setelah tanggal 5 Juni 2020) kesepakatannya itu sementara dikelolah oleh masing-masing perwakilan karang taruna desa membawa Kecamatan," jelasnya.

Adapun kata Rustam dalam rapat tersebut kondisinya belum diketahui adanya kejadian dugaan pemerkosaan terhadap tiga perempuan dibawah umur. Sementara itu, Rustam melanjutkan penjelasannya bahwa dengan adanya kesepakatan tersebut maka nama Bukit Batu Suban menjadi Bukit Batu Tinggi Batang Asam.

"Pas namanya Bukit Batu Suban, yang ngelolah itu kelompok-kelompok. Ada kelompok-kelompok pemilik tanah di sana, setelah rapat baru di sepakati di kecamatan yang mengelolah, tapi memakai karang taruna dari masing-masing desa," sebutnya.

"Biaya masuk bervariasi ada yang Rp50 ribu tapi dak tau segitu dapat apa aja, karena kan ada biaya parkir juga. Biaya naik ke bukit ada lagi, tendanya ada lagi harganya," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved