3 Gadis Muda Korban Rudapaksa
BREAKING NEWS Lima Pemuda Desa Suban Diduga Memperkosa Tiga Perempuan Dibawah Umur di Lokasi Wisata
Sekretaris Desa Suban, Rustam saat dikonfirmasi tribunjambi.com, Selasa (28/7/2020) juga baru mengetahui kejadian tersebut.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Lima pemuda warga Desa Suban, Kabupaten Tanjabbar, diduga memperkosa tiga perempuan dibawah umur.
Sekretaris Desa Suban, Rustam saat dikonfirmasi tribunjambi.com, Selasa (28/7/2020) juga baru mengetahui kejadian itu.
Rustam menyebutkan bahwa lima pemuda yang diduga sebagai pelaku pemerkosaan tersebut merupakan warga Desa Suban.
• Jelang Idul Adha Kapolda dan Gubernur Jambi Pantau Stabilitas Harga Pangan di Pasar Angso Duo
• Sinopsis Film Criminal Tayang di Trans TV, Ketika Ingatan Agen CIA Dipindahkan Ke Mantan Narapidana
• Gisella Anastasia Makan Hati Pacaran dengan Wijin, Orang Tua Sindir Soal Nikah: Nggak Enak Pokoknya!
Diungkapkan oleh Rustam bahwa satu di antara dari lima pelaku bersama keluarganya menemui korban yang merupakan warga Dusun Kebun.
"Kemarin ada orang tua pelaku dengan salah satu orang tua korban mengadakan perundingan tapi belum dapat titik temunya," ungkapnya.
Ia menyebut bahwa kelima pelaku tersebut rerata masih berusia sekitar 19 tahun. Bahkan dua dari lima pelaku tersebut diketahui masih berstatus sekolah menengah atas (SMA).
"Usia pelaku ini usia-usia anak SMA. Yang sekolah ini ada dua orang, sisanya tidak sekolah. Dua yang sekolah itu setahu saya masih SMA kelas dua. Tapi yang tiga tadi seumuran lah masih, paling 19 tahun sekitaran itu lah," katanya.
Soal identitas dari para pelaku tersebut secara pribadi kata Rustam mengenalinya. Namun, memang setelah kejadian yang baru diketahuinya beberapa minggu terakhir, kelima pelaku tersebut tidak lagi dijumpainya.
"Identitas itu sudah dikasih tahu juga ke pihak kepolisian. Kalau sekarang sudah kaburlah. Secara pribadi kenal, tapi memang setelah kejadian memang tidak nampak lagi, pokoknya sebelum heboh tau kejadian itu sudah dak nampak lagi," katanya.
Sementara itu, soal tempat wisata tersebut kata Rustam setelah kejadian pihak kepolisian langsung menutup akses menuju lokasi bukit tersebut dengan memasang police line.