3 Gadis Muda Korban Rudapaksa
Lokasi Wisata di Suban Tempat Kejadian Pemerkosaan Tiga Perempuan Dibawah Umur Ternyata Bermasalah
Bahkan jauh sebelum adanya kasus dugaan pemerkosaan tiga perempuan dibawah umur yang dilakukan lima pemuda yang diketahui sebagai juru parkir.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Objek Wisata Bukit Batu di Desa Suban, Kabupaten Tanjabbar ternyata memiliki polemik tersendiri.
Bahkan jauh sebelum adanya kasus dugaan pemerkosaan tiga perempuan dibawah umur yang dilakukan lima pemuda yang diketahui sebagai juru parkir.
Objek wisata Bukit Batu Suban menyajikan pemandangan yang indah. Karena letaknya di atas bukit.
• Emosi Nikita Mirzani Meledak Ulah Billy Syahputra Gegara Cabe-cabean: Urusan Perempuan Lu Begitu Ya!
• BREAKING NEWS Lima Pemuda Desa Suban Diduga Memperkosa Tiga Perempuan Dibawah Umur di Lokasi Wisata
• Jelang Idul Adha Kapolda dan Gubernur Jambi Pantau Stabilitas Harga Pangan di Pasar Angso Duo
Sehingga banyak pengunjung yang datang untuk menikmati sebagian keindahan alam di Kabupaten Tanjabbar dari atas bukit.
Karena menjadi sebuah destinasi wisata baru dan menjadi potensi yang menjanjikan, lokasi Bukit Batu Suban ini banyak dilirik oleh beberapa pihak desa.
Akses jalan menuju puncak Bukit Batu Suban ini ternyata dapat ditempuh melalui beberapa desa.
Sulaiman, Lurah Dusun Kebun saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa awal pembukaan akses untuk ke Bukit Batu Suban tersebut adalah masyarakat dari Desa Suban.
Namun, setelah menjadi tempat wisata dan didatangi banyak wisatawan akhirnya sejumlah desa lainnya turut membuka akses jalan.
"Yang pertama buka itu masyarakat Desa Suban. Lihat banyak yang rame ke sana, desa lain buka jalan juga," ungkapnya saat dikonfirmasi tribunjambi.com, Selasa (28/7/2020).
Sementara itu, diterangkan oleh Sulaiman bahwa permasalahan soal klaim beberapa pihak terhadap lokasi Bukit Batu Suban tersebut telah masuk dalam persoalan wilayah yang sudah di bahas.
"Sudah dibahas di pihak kabupaten. Hasilnya itu akan diturunkan pihak BPN untuk menentukan lokasi tersebut di wilayah mana," ungkapnya.
Soal pengelolah objek wisata tersebut, kata Sulaiman pada awalnya dikelolah oleh Karang Taruna Desa Suban.
Hal ini lantaran dalam rapat di kabupaten turut hadir ketua karang taruna Bukit Batu Suban dengan menggunakan baju pariwisata.
"Kalau pengelola itu yang jelas Karang Taruna Desa Suban. Yang saya tahu gitu, karena waktu itu pakai baju Bukit Batu Suban," ucapnya.
Soal permasalahan lokasi Bukit Batu Suban ini juga disampaikan oleh Kepala Desa Lubuk Bernai, Wahyu saat dikonfirmasi.