Breaking News:

Berita Batanghari

Tutup Dengan Tiang, 717 Sumur Minyak Ilegal Ditutup Tim Gabungan Polda Jambi dan Polres Batanghari

Sumur-sumur tersebut ditutup oleh tim gabungan dengan cara menyumbat lubang lubang sumur dengan tiang-tiang yang berada di lokasi tersebut.

ist
Personel gabungan Satgas Polda Jambi, Satgas Polres Batanghari dan Denpom berhasil tertibkan 230 sumur ilegal, Jumat (24/7). 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Beberapa waktu yang lalu, tim gabungan dari Polda Jambi beserta Polres Batanghari menutup beberapa sumur minyak ilegal yang berada di Wilayah Kerja Pertamina (WKP) di Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari.

"Ada kurang lebih 717 sumur ilegal, kita melaksanakan kegiatan ini selama dua hari, dari tanggal 23 dan 24 silam," ungkap Kapolres Batanghari melalui Kabag Ops Kompol Andi Zulkifli, Rabu (29/7/2020).

Sumur-sumur tersebut ditutup oleh tim gabungan dengan cara menyumbat lubang lubang sumur dengan tiang-tiang yang berada di lokasi tersebut.

Sirajuddin Nikahi Zaskia Gotik, Sang Mantan Istri Imel Putri Cahyani Isyaratkan Ingin Nikah Lagi

Siapa Sebenarnya Nurnaningsih, Bom Seks Indonesia Pertama Bikin Geger 1954, Harimau Tjampa

Daya Beli Rendah Saat Pandemi, Pemkab Sarolangun Gunakan Dana P2DK untuk Tingkatkan Ekonomi

"Jadi tiang-tiang di sana kita tumbangkan dan kita timbun ke dalam sumur sumur tersebut, dan juga kita timbun pake tanah, intinya lubang tersebut kita rusak" ungkapnya.

Ia mengatakan jika harus ditutup permanen itu masih sulit.

"Karena saat kita turun, alat alat yang kita bawa untuk menutup permanen lobang tersebut tidak memadai, namun penutupan ini tidak hanya sampai di sini, kita akan turun kembali untuk memberikan sosialilasi agar warga tidak melakukan hal serupa," jelasnya.

Dari kegiatan tersebut, kepolisian berhasil menyita beberapa barang bukti. Di antaranya 6 unit sepeda motor yang berfungsi untuk menarik timba di sumur tersebut, 1 unit mesin robin, 1 unit mesin jenset, dan beberapa drum yang telah kosong, dan 4 tungku buang minyak.

Sedangkan untuk warga, Andi mengatakan sebanyak 6 orang diamankan dan dibawa ke Polda Jambi.

"Untuk statusnya kita masih dalami, karena pengakuan awal warga tersebut hanya disuruh menjaga kawasan tersebut," jelasnya.

Penulis: Muuhammad Ferry Fadly
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved