Kematian Editor Metro TV

Keluarga Curiga Darah di Baju Editor Metro TV, Kombes Tubagus: Untuk Apa Bohong, Gak Ada Pentingnya

Polisi sudah menyimpulkan kalau Yodi Prabowo, Editor Metro TV yang ditemukan tewas, bukan korban pembunuhan.

Editor: Rahimin
KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO
Polisi menunjukkan barang bukti kasus tewasnya Editor Metro TV Yodi Prabowo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (25/7/2020) pagi. 

TRIBUNJAMBI.COM - Polisi sudah menyimpulkan kalau Yodi Prabowo, Editor Metro TV yang ditemukan tewas, bukan korban pembunuhan.

Polisi menyatakan kalau Yodi Prabowo diduga kuat melakukan bunuh diri.

Keluarga sendiri masih tak percaya dengan kesimpulan kepolisian soal kematian editor Metro TV Yodi Prabowo (26) yang diduga kuat bunuh diri itu.

Salah satu kecurigaan yang diungkap adalah darah yang menempel di baju korban tidak terlihat banyak.

Namun, anggapan itu dibantah oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat.

Ketika Partai Rakyat Demokratik Dituding Orde Baru Dalang Peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996

KPK Tahan Direktur dan Komisaris Hong Artha Terkais Kasus Suap Proyek Kementrian PUPR

Kombes Rachmat Widodo Terancam Kena Sanksi Disiplin Hingga Pidana, Terkait Viralnya Aksi KDRT

Menurutnya, darah yang membekas di baju bekas almarhum cukup banyak.

"Banyak darahnya. Kan fotonya banyak. Foto yang dibalik (telentang--Red) banyak beredar. Darahnya banyak kok. Masa iya orang luka begitu gak banyak darahnya. Enggak logis," kata Tubagus kepada wartawan, Selasa (28/7/2020).

Ia juga menyebutkan, darah yang merembes ke tanah di sekitar lokasi penemuan jenazah Yodi juga menjadi bukti darah yang mengucur dari tubuh korban tidak sedikit.

Keluarga dan kerabat menghadiri pemakaman editor video Metro TV Yodi Prabowo di Ciputat Timut, Tangsel, Banten, Sabtu (11/7/2020). Yodi ditemukan tewas di pinggir Jalan Tol Ulujami, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/7/2020).
Keluarga dan kerabat menghadiri pemakaman editor video Metro TV Yodi Prabowo di Ciputat Timut, Tangsel, Banten, Sabtu (11/7/2020). Yodi ditemukan tewas di pinggir Jalan Tol Ulujami, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/7/2020). (WARTA KOTA/NUR ICHSAN)

"Itu di situ kan ada tanah, (darahnya--red) merembes ke tanahnya. Untuk apa juga itu dibohongi, enggak ada pentingnya. Cuma saya memahami kondisi psikologi keluarga, jadi ya sudah," jelasnya.

Lebih lanjut, Tubagus menyampaikan pihaknya memahami penolakan yang terus disuarakan oleh pihak keluarga korban.

Pihak kepolisian yang telah menyelidiki kasus tersebut tak memaksakan pihak keluarga harus menerima fakta penyelidikan yang ada.

Pencuri di Madura Babak Belur Akibat Kepintaran Bocah 7 Tahun, Awalnya hendak Mencuri di Perumahan

KPK Limpahkan Aset Tanah Senilai Rp 20 Miliar ke TNI AD Hasil Rampasan Dari Mantan Kakorlantas

Selain Brigjen Prasetijo, Polri Bidik Tersangka Baru Kasus Pelarian Buron Djoko Tjandra

"Kalau saya sih wajar. Saya berempati saja, saya tidak dalam kapasitas memaksakan keyakinan. Kalau masalah darahnya itu banyak kok. Cuma nanti kalau ditampilkan yang penuh darah, nanti gak enak lagi, gak bagus gitu. Kelihatan ada kejinya, kekerasan, tapi kalau dibilang gak ada, ada kok, tapi masa iya itu ditampilkan ke media juga," ujarnya.

 Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Keluarga Curiga Darah pada Pakaian Yodi Prabowo Sedikit, Polisi: Foto yang Telentang Darahnya Banyak

Ramalan Zodiak Selasa 28 Juli 2020, Bakat Bisnis Virgo Muncul, LIbra Hati-hati Hari Ini

Cara Anang Hermansyah Minta Jodoh Tuhan hingga Menangis, Dapat Ashanty, Haru

Siasat Licik Pak RT di Bandung Bunuh Warga lalu Ambil Hartanya, Pakai Jerat Tali

Jadwal Babak 16 Besar Liga Champions 2020 Terbaru dan Live Streaming SCTV

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved