Breaking News:

Peristiwa Kudatuli

Kronologi Peristiwa Mencekam 27 Juli 1996, Kantor PDI Dijaga Pasukan Anti Huru-hara

27 Juli 1996 dikenal sebagai peristiwa kudatuli.Saat itu, Kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia ( PDI) di Jalan Diponegoro, Jakarta dikepung massa

Editor: Rahimin
KONTAN/FRANSISKUS SIMBOLON
Deretan replika batu nisan bertuliskan sejumlah tragedi berdarah di pasang saat memperingati peristiwa 27 Juli 1996 di bekas gedung Partai Demokrasi Indonesia, Diponegoro, Jakarta, Rabu (27/7/2011). Dalam aksinya mereka yang tergabung dalam Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) meminta pemerintah menuntaskan tragedi berdarah 27 Juli. 

Selepas itu, pada pukul 11.00 WIB, massa yang memadati ruas Jalan Diponegoro dan sekitarnya terus membengkak dari ratusan orang menjadi ribuan.

Sejumlah aktivis LSM serta mahasiswa menggelar aksi mimbar bebas di bawah jembatan layang kereta api di dekat Stasiun Cikini.

Promo Indomaret, Alfamart & Superindo sampai 29 Juli 2020 - Daging, Minyak, Snack, Popok, Deterjen

VIRAL Jenazah Suspek Corona Masih Kenakan Daster Ketika Dimakamkan, Begini Penjelasan MUI

Satu Hasil Rapid Test di Pasar Tanggo Rajo Samar-samar, Petugas: akan Dirapid Test Ulang

Mimbar ini lalu beralih ke Jalan Diponegoro dan dengan cepat berubah menjadi bentrokan dengan aparat keamanan. Bentrokan terbuka akhirnya meningkat pada pukul 13.00 WIB, yang membuat aparat menambah kekuatan.

Kemudian, massa terdesak mundur ke arah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Jalan Salemba. Dua jam setelahnya, massa mulai membakar tiga bus kota dan beberapa bus tingkat di Jalan Salemba.

Tak hanya itu, mereka juga membakar beberapa gedung yang ada di Jalan Salemba. Merespons keadaan ini, aparat mendatangkan lima panser, tiga kendaraan militer khusus pemadam kebakaran, 17 truk, dan sejumlah kendaraan militer lain pada pukul 16.35 WIB.

Kerusuhan PDI 27 Juli 1996 di Jakarta.
Kerusuhan PDI 27 Juli 1996 di Jakarta. (KOMPAS/JULIAN SIHOMBING)

Setelah itu, massa membubarkan diri dan akhirnya pada pukul 19.00 WIB, api dapat dipadamkan. Korban dan Kerugian Kerusuhan Setelah kejadian, sebanyak 171 orang ditangkap karena melakukan perusakan dan pembakaran.

Dari jumlah tersebut, 146 orang merupakan massa pendukung Megawati dan oknum lain, sementara 25 orang merupakan massa pro-Soerjadi.

Kerusuhan hari itu mengakibatkan 22 bangunan rusak, misalnya Gedung Persit Chandra Kartika milik Angkatan Darat, lalu Bank Kesawan dan Bank Exim.

Massa juga membakar bangunan lain, antara lain Bank Swarsarindo Internasional, Show Room Toyota, Bank Mayapada dan gedung Departeman Pertanian.

Fakta Terbaru Soal Seragam 1 Batalyon Tentara China di Kelapa Gading, Polisi Sisir Tempat Usaha

Sinopsis Suspicious Partner Episode 11, Bong Hee Mencurigai Hyun Soo Pembunuh Mantan Kekasihnya

Natasha Wilona Disebut Belum Move On dari Stefan William, Ahli Tarot: Dia Masih Ada Rasa Suka!

Selain itu, kerusuhan juga mengakibatkan terbakarnya 91 kendaraan, termasuk lima bus kota dan 30 kendaraan yang ada di ruang pameran, serta dua sepeda motor.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved