Kamis, 7 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Pasar Batu Bara Masih Lesu, Harga Kontrak Oktober 2020 Turun 21,88 Persen

Harga batubara sepanjang tahun ini bergerak dalam tren melemah. Mengutip Bloomberg, Selasa (21/7), harga batu bara kontrak

Tayang:
Editor: Fifi Suryani
ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc.
Alat berat beroperasi di kawasan penambangan batu bara Desa Sumber Batu, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, awal Juli ini. Kementerian ESDM menetapkan Harga Batu bara Acuan (HBA) Juli 2020 sebesar US$52,16 per ton turun sebesar US$0,82 per ton atau 1,54 persen dibandingkan Juni 2020 sebesar US$52,98 per ton, penurunan tersebut disebabkan minimnya permintaan ekspor batu bara untuk pasar global khusunya China dan India. 

Menurut Meilki Darmawan, analis NH Korindo Sekuritas, target PTBA tahun ini akan sulit tercapai. Sebab, pandemi telah membuat penurunan aktivitas bisnis dan konsumsi industri pada semester I2020.

"Saya memperkirakan target produksi tersebut sulit untuk tercapai. Sepertinya akan ada revisi target oleh PTBA, kemungkinan di kuartal III," tuturnya.

Meilki memperkirakan produksi batubara PTBA sepanjang 2020 akan mencapai 28,8 juta metrik ton atau turun sekitar 0,4% yoy.

Dessy Lapagu, analis Samuel Sekuritas, pun tak yakin PTBA bisa mencapai target tersebut. Menurutnya, produksi batubara PTBA di 2020 hanya mencapai 24,2 juta ton atau turun sekitar 16,95% yoy.

Begitu pula dengan pendapatan dan labanya. Dessy memperkirakan pendapatan PTBA pada tahun ini hanya Rp17,04 triliun atau turun sekitar 21,8% yoy. Sedangkan untuk laba bersihnya diprediksi turun sebesar 31,5% yoy menjadi sekitar Rp2,78 triliun.

Pelemahan harga batubara, menurut Dessy, akan mempengaruhi pendapatan PTBA. Potensi pasar ekspor ke Asia Timur serta India yang turun mempengaruhi sekitar 31% volume penjualan perusahaan.

"Selain itu, PSBB yang terjadi berpotensi mempengaruhi penurunan konsumsi batubara PLN, terutama penurunan konsumsi listrik di daerah industri dan komersial," imbuhnya.

PTBA menjadi salah satu emiten batubara yang melakukan diversifikasi melalui hilirisasi batubara. Hal ini menjadi katalis positif dalam jangka panjang.

Meilki menilai, harga saham PTBA sudah murah, dengan price to earning ratio (PE) sebesar 6,72 kali. Bandingkan dengan emiten lain seperti HRUM yang diperdagangkan dengan PE sebesar 59,85 kali.

"Jadi saya melihat, untuk investor dengan profil risiko tinggi masih bisa masuk ke saham PTBA saat ini," paparnya.

Meilki merekomendasikan beli saham PTBA dengan target harga Rp2.900 per saham. Sementara, Dessy menyarankan investor untuk jual saham ini dengan target harga Rp1.870 per saham.

Kedua, ADRO: Bisnis hulu ke hilir meringankan biaya. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) memilih untuk fokus mengendalikan biaya dan melakukan efisiensi di berbagai lini bisnis. Hal tersebut merupakan strategi perusahaan untuk menjaga kelangsungan bisnis dan mempertahankan kinerja solid di tengah tantangan pada industri batu bara.

Tahun ini, ADRO sudah mengantisipasi adanya potensi penurunan produksi di tengah permintaan yang masih lemah. Namun, perusahaan masih tetap mempertahankan target produksi batubara 2020 di angka 54 juta-58 juta ton. Hingga kuartal I 2020, volume produksi ADRO sebesar 14,41 juta ton, naik 5% dari periode sama tahun lalu. Sementara, volume penjualan tumbuh 8% year on year (yoy) menjadi 14,39 juta ton.

Analis Jasa Utama Capital, Chris Apriliony mengatakan, pulihnya ekonomi China diharapkan dapat mendorong konsumsi batu bara negeri Tirai Bambu itu. Dengan demikian, akan berdampak pada kenaikan penjualan impor ADRO.

Jika melihat penjualan batu bara ADRO kuartal I 2020, Asia Tenggara merupakan tujuan utama, dengan angka 47% dari volume penjualan perusahaan. Selanjutnya, Asia Timur berkontribusi hingga 22% dari total penjualan, disusul India 19% dan China 10%. Di wilayah Asia Tenggara, Indonesia dan Malaysia merupakan dua pasar terbesar ADRO. Harga batu bara acuan China sendiri sudah mulai naik cukup tinggi.

Sumber: Kontan
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved