Seorang Gadis Pontianak (23) Dibawa Suami ke Tiongkok, Diperbudak Mertua Tiap Hari
Pengalaman pahit pernikahan gadis pontianak ini dimulai pada setahun lalu. Kala itu, Monika diperkenalkan kepada seorang mak comblang ....
Sirnanya mimpi bahagia
Mimpi hidup bahagia Monika seakan sirna setelah ia menginjakkan kaki di Tiongkok.
Di sana, Monika baru menyadari jika ia menjadi korban penipuan.
Apa yang dijanjikan kepadanya, ternyata hanya kebohongan belaka.
Sang suami, ternyata hanyalah seorang pekerja serabutan dengan gaji kecil di Tiongkok.
Diperbudak mertua
Bukannya hidup nikmat seperti yang dijanjikan, Monika justru dipaksa bekerja dengan mertuanya selama 12 jam setiap harinya.
Meski sudah membantu, Monika tetap sering mendapat cercaan, ejekan, hingga hukuman dari sang mertua.
Hukumannya mulai dari tidak diberi jatah makan hingga dilarang mengakses internet, sehingga dia tidak dapat menghubungi keluarganya di Pontianak.
• Ayah Yodi Prabowo Pertanyakan Bagaimana Editor Metro TV Itu Bisa Tusuk Dirinya Sebanyak 4 Kali
"Ibu mertuaku sangat menyeramkan. Aku masih trauma setiap kali mengingatnya. Melihatnya dari jauh saja sudah cukup untuk membuatku takut," ucap Monika, dikutip Grid.ID dari South China Morning Post.
Tak cuma ditindas sang mertua, Monika juga kerap disiksa oleh suaminya sendiri.
Setiap kali Monika menolak berhubungan badan dengannya, sang suami langsung memukulinya.
Selama 10 bulan, Monika terpaksa hidup penuh penderitaan.
Kabur ke kantor polisi
Tak tahan lagi, gadis Pontianak ini akhirnya melarikan diri ke kantor polisi setempat.