Seorang Gadis Pontianak (23) Dibawa Suami ke Tiongkok, Diperbudak Mertua Tiap Hari

Pengalaman pahit pernikahan gadis pontianak ini dimulai pada setahun lalu. Kala itu, Monika diperkenalkan kepada seorang mak comblang ....

Editor: Duanto AS
youtube
Ilusatrasi gadis cantik 

Bermodalkan beberapa kosakata saja, Monika berusaha menceritakan semua masalahnya ke kepolisian.

Tak menyia-nyiakan kesempatan, Monika juga langsung menghubungi kedutaan besar Indonesia di Beijing.

Upaya nekatnya itu pun berhasil.

Ramalan Zodiak Minggu 26 Juli 2020 Lengkap 12 Bintang dari Asmara Karier Keuangan, Kaget

Pada Kamis, (20/6/2019), Monika akhirnya bisa kembali menginjakkan kakinya di Tanah Air.

"Lega rasanya aku tidak memiliki anak darinya. Apa yang bakal terjadi kepada anakku jika ayah mereka suka memukul ibunya dan punya nenek yang kejam?," ucapnya.

Nyaris gila

Monika mengaku nyaris gila lantaran harus hidup penuh siksaan di Tiongkok selama 10 bulan.

"Saya amat tertekan selama hidup di China sehingga nyaris gila. Saya menangis tiap malam. Kini saya hanya ingin bekerja agar adik-adik saya bisa sekolah," tutupnya.

Penggerebekan mak comblang

Awal bulan Juni 2019 ini, kepolisian Indonesia akhirnya menggerebek rumah yang diduga milik sang mak comblang di Pontianak.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, terungkap ada 60 wanita Indonesia lain yang diterbangkan ke Tiongkok untuk dinikahi pria yang sudah memberi bayaran Rp 400 juta per orang.

Sementara itu, kepolisian Tiongkok juga baru saja membebaskan 1.147 wanita asing yang menjadi korban perdagangan manusia.

Putus Sama Richard Kyle? Jessica Iskandar Curhat Pada Maia Estianty, Ibu El Barack Ingin Introspeksi

Peringatan Dini BMKG Minggu (26/7) - 20 Wilayah Waspada Cuaca Ekstrem, Waspada Gelombang Tinggi

Di antara ribuan wanita itu, ada 17 gadis malang yang masih dibawah umur, yang berasal dari Myanmar, Kamboja, Laos, Vietnam dan Thailand.

Hingga kini, setidaknya ada sekitar 1.332 orang ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka atas kasus jaringan perdagangan manusia. (*)

Sumber: South China Morning Post(grid.id)

Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved