Breaking News:

Bukan Covid, Penumpang Bus yang Diturunkan Paksa di Terminal Yogyakarta Akhirnya Meninggal

Pardi akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Editor: Edmundus Duanto AS
Tribun Jambi/Wahyu
Ilustrasi Petugas Terminal Sarolangun berpakaian APD periksa suhu tubuh penumpang bus dari Bukit Tinggi 

TRIBUNJAMBI.COM, KULONPROGO - Seorang warga Kulon Progo mengalami nasib nahas hingga meninggal dunia.

Pardi akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dia mengembuskan napas terakhir setelah mendapat perawatan di ruang isolasi khusus penyakit paru-paru sejak 20 Juli 2020.

Berikut ini kronologi kematian pasien.

Viral Video Pendaki Gunung Lawu Sebelum Tewas, AGL: Paradoxical Undressing Lepas Pakaian

Hasil Liga Italia tadi Malam Babak Pertama AC Milan vs Atalanta Jalannya Pertandingan Skor Sementara

RSUD Wates memastikan bahwa laki-laki ini meninggal bukan karena penyakit Coronavirus Diseases 2019 ( Covid-19).

“Ada (kasus kematian ini), tapi bukan karena Covid-19,” kata Humas Tim Covid-19 RSUD Wates, Albertus Sunuwata Tri Prasetya, lewat pesan singkat, Jumat (24/7/2020).

Pardi merupakan penumpang bus antarkota antarprovinsi (AKAP) tujuan terminal di Bekasi, Jawa Barat.

Dia naik bus dari terminal di Yogyakarta pada 20 Juli 2020.

Pardi sebenarnya tidak membawa tanda pengenal.

Satu-satunya yang menunjukkan namanya hanya tulisan “Pardi” yang tertera pada tiket bus dan pada bungkus obat-obatan yang dibawanya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved