Idul Adha 2020
SIMAK Fikih Kurban Idul Adha, Begini Tata Cara & Adab Menyembelih Kurban Sesuai Sunah Rasulullah
SIMAK Fikih Kurban Idul Adha, Begini Tata Cara & Adab Menyembelih Kurban Sesuai Sunah Rasulullah
TRIBUNJAMBI.COM - Jadi rukun Islam kelima, ibadah haji yang merupakan hal yang dinginkan semua umat muslim di dunia.
Meski untuk musim haji tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena pandemi virus corona.
Bagi orang yang tidak melakukan ibadah haji disarankan melaksanakan ibadah lainnya seperti menyembelih hewan kurban, sedekah sebanyak-banyaknya, salat, dan berpuasa.
• Dulu Dikenal Kerap Muncul di FTV, Ingat Dimaz Andrean Bintang Sinetron DAN? Ini Penampakannya Kini
• Menangis, Pria Ini Tiap Hari Panjat Dinding Rumah Sakit Untuk Ibu yang Kena Covid Hingga Meninggal
• Daftar Harga Sepeda Lipat - Polygon, United Stylo Rp 1,7 Juta, Pasific hingga Element
Di bulan Haji atau bulan Zulhijjah, di saat sebagian umat Islam melakukan ibadah haji, ada amalan sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah Muhammad SAW, menyembelih hewan kurban.
Mengerjakan ibadah menyembelih hewan kurban juga sangat diajurkan oleh pemerintah Indonesia, karena akan sangat membantu masyarakat yang terdapak Covid-19.
Nah, Anda yang pada Idul Adha 1441 H menjadi panitia penyembelihan hewan qurban, wajib tahu tata cara dan adab menyembelih hewan kurban sesuai sunah Rasulullah Muhammad SAW, agar hewan sembelihan sah untuk dikonsumsi.
Dia menjelaskan, ada dua tata cara menyembelih hewan kurban, dan keduanya ada dalam keterangan hadis Rasulullah.
• Tersedia Dalam Bahasa Latin & Artinya, Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah Tanggal 1-7 serta Keutamaannya
• Sinopsis Film Tae Guk Gi Tayang di Trans 7, Ketika Jang Dong Gun dan Won Bin Terlibat Perang Korea
• Download Lagu MP3 DJ Remix 24 Jam Full Spesial DJ Breakbeat 2020, Ada Video DJ Slow, DJ Opus Nonstop
Pertama, menyembelih hewan dengan melukai bagian tempat kalung (pangkal leher).
Ini adalah cara menyembelih hewan unta.
Allah Subhaanahu Wa Ta'ala berfirman,
وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُم مِّن شَعَائِرِ الله لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ الله عَلَيْهَا صَوَافَّ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا
"Telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu bagian dari syiar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah…" (QS. Al Haj: 36)
Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma menjelaskan ayat di atas, (Untanya) berdiri dengan tiga kaki, sedangkan satu kaki kiri depan diikat. (Tafsir Ibn Katsir untuk ayat ini)
Dari Jabir bin Abdillah Radhiyallaahu ‘anhuma, beliau mengatakan, bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat menyembelih unta dengan posisi kaki kiri depan diikat dan berdiri dengan tiga kaki sisanya. (HR. Abu daud dan disahihkan Al-Albani)
Kedua, menyembelih hewan dengan melukai bagian leher paling atas (ujung leher).
Ini cara menyembelih umumnya binatang seperti kambing, ayam, dan lainnya.