Beruang Mencakari Pohon Jengkol
BREAKING NEWS Warga Desa Sungai Gedang Sarolangun Resah Beruang Madu Muncul
Hewan liar ini beberapa hari terakhir terlihat oleh warga sekitar berjumlah dua hingga tiga ekor beruang madu.
Penulis: Wahyu Herliyanto | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Warga Desa Sungai Gedang, Kecamatan Singkut, Kabupaten Sarolangun dihebohkan dengan hewan buas.
Hewan buas berupa beruang madu itu sering menampakan diri kepada warga sekitar yang hendak pergi ke kebun untuk menyadap karet.
Hewan liar ini beberapa hari terakhir terlihat oleh warga sekitar berjumlah dua hingga tiga ekor beruang madu.
• Warga Kerinci dan Sungai Penuh Heboh Uang Hilang Secara Misterius, Diduga Dicuri Tuyul
• Kisah Pelarian Eddy Tansil yang Misterius, Koruptor di LP Cipinang Bisa Kabur ke China
• Tuan Rumah Porprov 2023, Ketua KONI Muarojambi Sebut Bisa Sukses Sebagai Penyelenggara dan Juara
Namun atas adanya penampakan itu pula tidak sampai terjadi konflik antara hewan buas dan manusia.
Dari penampakan itu, beruang itu juga meninggalakan jejak seperti cakaran kuku dan bongkahan kayu gang dilakukan beruang tersebut mencari makan. Seperti di pohon jengkol, pohon sekubong, hewan itu mencari semut dan madu.
Salah seorang warga, merupakan Kepala Dusun II mengatakan bahwa memang akhir-akhir ini ada beruang yang menampakan diri.
Katanya, memang pada hari minggu sekira pukul 09.00 WIB, ia pergi ke kebun bersama istri untuk menyadap karet. Pada saat penyadapan, terdengar suara raungan keras seperti beruang dan suara keras yang berasal dari pohon.
Dan saat itu pun mereka langsung meninggalkan kebun untuk pulang demi menghindari hal yang tidak diinginkan.
Lanjutnya, pada sore harinya, warga lain pak awi, mengaku melihat beruang tersebut dan sempat mengejarnya.
"Sekitar 50 sampai 100 meter dari lokasi kejadiannya," katanya, Senin (20/7/2020).
Bahkan beruang yang mengeluarkan raungan itu bukan hanya ia saja yang mendengar. Tetapi warga di sekeliling kebun yang menyadap karet juga mendengar.
"Di kebun semuanya itu terdengar," katanya
Rerata sudah tiga, sampai empat orang suda melihat hewan buas itu, tetapi hanya dengan berjarak cukup jauh, 10 sampai 50 meter.
Sekarang warga sekitar belum bisa tenang atas keberadaraan beruang yang meresahakan warga itu.
"Dari beberapa hari ini dak berani ke ke kebun," kata Aguscik.