Kumpulan 8 Puisi Karya Terbaik Sapardi Djoko Darmono yang Akan Selalu Dikenang
KABAR DUKA! sastrawan nasional Sapardi Djoko Damono meninggal dunia, Minggu 19 Juli 2020.
Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
6. Kuhentikan Hujan
Kuhentikan hujan
Kini matahari merindukanku, mengangkat kabut pagi perlahan
Ada yang berdenyut dalam diriku
Menembus tanah basah
Dan cahaya matahari
Tak bisa kutolak
Matahari memaksaku menciptakan bunga-bunga.
7. Ruang Tunggu
Ada yang terasa sakit
di pusat perutnya
Ia pun pergi ke dokter
belum ada seorang pun di ruang tunggu
Beberapa bangku panjang yang kosong
tak juga mengundangnya duduk
Ia pun mondar-mandir saja
menunggu dokter memanggilnya
Namun mendadak seperti didengarnya
suara yang sangat lirih
dari kamar periksa
Ada yang sedang menyanyikan
beberapa ayat kitab suci
yang sudah sangat dikenalnya
Tapi ia seperti takut mengikutinya
seperti sudah lupa yang mana
mungkin karena ia masih ingin
sembuh dari sakitnya
8. Hanya
Hanya suara burung yang kau dengar
dan tak pernah kaulihat burung itu
tapi tahu burung itu ada di sana
Hanya desir angin yang kaurasa
dan tak pernah kaulihat angin itu
tapi percaya angin itu di sekitarmu
Hanya doaku yang bergetar malam ini
dan tak pernah kaulihat siapa aku
tapi yakin aku ada dalam dirimu
(Tribunnewsmaker.com/ Listusista)
Artikel ini juga pernah tayang di Tribunnews Kumpulan Puisi Karya Terbaik Sapardi Djoko Damono: Penuh Makna, Abadi dan Akan Selalu Dikenang