MotoGP 2020
Tersisa 13 Seri MotoGP 2020, Jadi Musim Balapan Terpendek
Ada tiga seri di luar Eropa yang masih berupaya untuk dipentaskan, yakni di Argentina, Thailand, dan Malaysia. Namun, nasib ketiga seri tersebut
TRIBUNJAMBI.COM - Musim balap MotoGP 2020 sampai saat ini baru menjadwalkan balapan dalam 13 seri.
Semua seri balapan yang sudah terjadwal hanya berlokasi di Eropa, tepatnya di delapan sirkuit di lima negara.
Ada tiga seri di luar Eropa yang masih berupaya untuk dipentaskan, yakni di Argentina, Thailand, dan Malaysia.
Namun, nasib ketiga seri tersebut hingga kini belum jelas.
MotoGP 2020 seharusnya berlangsung dalam 20 seri dan dimulai sejak Maret lalu.
Namun, pandemi virus corona membuat banyak seri batal terselenggara.
Musim balap MotoGP 2020 akhirnya baru dimulai pada 19 Juli.
Legenda hidup MotoGP, Valentino Rossi, menilai 13 seri sebenarnya sudah cukup.
Menurut Rossi, pada masa lalu, jumlah seri balap dalam semusim bahkan bisa lebih sedikit dari sekarang.
• Ratusan Ekor Burung Jenis Gelatik Batu Diselamatkan BKSDA Jambi Saat Mau Dikirim Secara Ilegal
• Kebiasaan Baru Traveller Saat New Normal, Staycation Domestik Jadi Tren
Dikutip dari Motorsport.com, MotoGP 2020 akan jadi musim terpendek sejak 1995 jika nantinya hanya menggelar 13 balapan.
Jadi, MotoGP 2020 kemungkinan akan menjadi kejuaraan dengan jumlah seri paling sedikit pada era modern.
"Pada awalnya, kami tidak begitu yakin tentang jumlah balapan," kata Rossi menjelang seri pembuka.
"Jadi, biasanya kami tampil dalam 19 atau 20 (seri). Namun, (hanya ada 13 seri) itu juga berlaku pada masa lalu. Dulu pada tahun 70-an atau 80-an, dalam satu musim hanya ada delapan, sembilan, 10, atau paling banyak 12 (seri)," ucap pebalap berjuluk The Doctor itu.
Berikut adalah jadwal lengkap 13 seri MotoGP 2020:
19 Juli: GP Spanyol / Sirkuit Jerez
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/12082019_pembalap.jpg)