Breaking News:

unik

Komet Neowise Lewati 5000 Tahun, Jangan Kelewatan Ya

Komet Neowise tidak akan kembali mendekati Bumi dalam waktu 6.800 tahun

Editor: Jaka Hendra Baittri
Bobo Online
Kemunculan Komet Neowise di 5 Juli 2020. 

TRIBUNJAMBI.COM - Para pecinta antariksa akan mendapatkan momen bahagia Juli ini.

Hal ini dikarenakan banyak sekali peristiwa langit yang muncul dan bisa kita saksikan keindahannya pada Juli.

Seperti pada hari Rabu (15/7/20) kemarin, ada peristiwa Matahari di atas Ka'bah.

Tersisa 13 Seri MotoGP 2020, Jadi Musim Balapan Terpendek

Nah, ternyata beberapa hari lagi kita juga bisa menyaksikan peristiwa langit yang tak kalah menakjubkan, yaitu Komet Neowise.

Komet Neowise (C/2020 F3) adalah salah satu peristiwa langit yang akan terjadi bulan ini.

Komet ini sangat menarik, lo, karena baru ditemukan pada akhir Maret 2020.

Astronom amatir Marufin Sudibyo mengatakan kalau perihelion komet Neowise punya periode yang sangat panjang, yaitu sekitar 5.000 tahun.

Kita cari tahu tentang peristiwa langit satu ini, yuk!

Ratusan Ekor Burung Jenis Gelatik Batu Diselamatkan BKSDA Jambi Saat Mau Dikirim Secara Ilegal

Lihat Sebagian Hidung Patung Bersejarah Hilang? Itu Mungkin Bukan Kebetulan, Ini Kata Ilmuwan

Mengutip Science Alert, Minggu (13/7/2020), komet Neowise baru ditemukan pada 27 Maret 2020 lalu oleh teleskop luar angkasa NASA.

“Berdasarkan infra merah, kami bisa memperkirakan panjangnya sekitar lima kilometer. Di badannya terdapat partikel sisa pembentukan Tata Surya kita 4,6 miliar tahun lalu,” tutur investigator NASA untuk Neowise, Joseph Masiero.

Komet Neowise berada pada jarak yang cukup jauh dengan Bumi, yaitu sekitar 100 juta kilometer.

Pada 3 Juli 2020 lalu, komet ini mencapai perihelion terdekat dengan Matahari kemudian kembali lagi mengorbit di Tata Surya.

Ini merupakan peristiwa langka yang wajib dilihat. Pasalnya, komet Neowise tidak akan kembali mendekati Bumi dalam waktu 6.800 tahun.

Seiring komet tersebut menjauh dari Matahari, sekarang komet Neowise meluncur ke dekat Bumi.

Setelah itu, tepatnya pada Agustus, komet tersebut akan melanjutkan kembali perjalanan ke bagian luar Tata Surya.

Seperti Bosan Jalan-jalan di Bumi, 2 Wisatawan Ini Siap Berangkat ke Luar Angkasa, Biayanya Segini

Astronom amatir Marufin Sudibyo menjelaskan, peristiwa langka penampakan komet Neowise ini bisa disaksikan setelah melewati titik perihelionnya dan keluar dari medan pandang satelit pengamat matahari SOHO.

Komet Neowise ini punya kesempatan sebentar, yaitu sekitar seminggu untuk muncul di langit fajar, sebelum matahari terbit.

Wilayah yang Bisa Melihat Komet Neowise

Dituturkan pak Marufin, kawasan yang paling baik untuk bisa melihat komet Neowise ini cuma kawasan subtropis.

Khususnya lintang tinggi seperti Eropa dan Amerika di hemisfer utara, serta Selandia Baru dan Australia selatan di hemisfer selatan.

"Pada kawasan tersebut, komet sudah mulai bisa dilihat sejak tiga jam sebelum matahari terbit," tuturnya.

Sebaliknya, kawasan yang termasuk wilayah tropis atau berada pada lintang rendah atau ekuator tidak berkesempatan menyaksikan komet ini karena kedudukannya yang terlalu rendah terhadap horizon.  

Dengan demikian, saat komet Neowise sudah punya ketinggian cukup, lokasinya segera diliputi cahaya fajar atau twilight yang lebih benderang ketimbang komet.

"Jadi komet tidak bisa dilihat," ujarnya.

Bagaimana dengan Indonesia?

Nah, tidak perlu khawatir, teman-teman.

Untuk wilayah Indonesia, peristiwa langka komet Neowise ini bisa kamu saksikan mulai tanggal 20 Juli 2020 setelah matahari terbenam.

Komet ini akan ada di langit barat laut.

Komet ini bisa disaksikan setelah matahari terbenam, karena diperkirakan sudah lebih redup atau saat estimasi magnitudonya +3 sampai +4.

Artinya, komet mudah dilihat dengan teleskop kecil, tetapi relatif sulit dilihat dengan mata tanpa alat bantu optik.

Maka, komet baru akan bisa dilihat kalau fase senja sipil (civil twilight) sudah berakhir.

Dengan kata lain, komet berkemungkinan baru bisa dilihat mulai 25 menit setelah terbenamnya matahari.

Namun, ketinggian komet Neowise ini diperkirakan akan meningkat, tetapi magnitudonya akan terus menurun.

Artikel ini telah tayang di Bobo Online dengan judul Komet Neowise, Peristiwa Langit Langka Akan Terlihat di Indonesia, Jangan Sampai Terlewat!

Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved