Ketika Tukang Ojek Langsung Bubar Saat Didatangi Pasien Positif Covid-19 Yang Kabur Dari Rumah Sakit

satu pasien positif virus corona kabur dari ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Jawa Timur.

Editor: Rahimin
KOMPAS.COM/ANDI HARTIK
Tangkapan layar Pasien Covid-19 di RSSA Kota Malang kabur pada Selasa (14/7/2020) 

TRIBUNJAMBI.COM - Pasien positif Covid-19 yang  kabur dari rumah sakit, kembali terjadi. 

Kali ini, satu pasien positif virus corona kabur dari ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Jawa Timur. 

Peristiwa yang terjadi pada Selasa (14/7/2020) tersebut sempat terekam video dan menjadi viral di media sosial.

Sejumlah tukang ojek langsung pergi ketika seorang pasien positif Covid-19 yang kabur tersebut mendekati mereka.

Dari penelusuran Kompas.com, pasien itu terlihat keluar dari gerbang depan lalu mendekati tukang ojek yang mangkap di depan rumah sakit.

Kronologi Polisi Ditabrak Pengendara Mobil, Pelaku Tak Senang Ditegur dan Terancam 20 Tahun Penjara

Banyak Jamban di Pinggir Sungai, Buktikan Jumlah ODF di Tanjabtim Masih Rendah

Gadis Tungkal Ini Menang Give Away dari Baim Wong, Latifah Lebih Pilih Hal Ini Ketimbang Mobil

Tapi terlihat tak ada tukang ojek yang mau membawa pasien tersebut. Beberapa saat kemudian, para tukang ojek tersebut membubarkan diri.

Menurut keterangan Direktur RSSA Malang Kohar Hari Santoso, peristiwa tersebut terekam kamera CCTV di rumah sakit.

Menurut Kohar, pasien tersebut kabur ketika petugas medis di ruang isolasi lengah.

ILUSTRASI Tim Gugus Tugas Muarojambi berpakaian APD lengkap menjemput satu pasien positif corona
ILUSTRASI Tim Gugus Tugas Muarojambi berpakaian APD lengkap menjemput satu pasien positif corona (ist)

Sejatinya, menurut Hari, pasien tersebut sudah akan dijemput Dinas Kesehatan Kota Malang untuk menjalani perawatan mandiri.

Tapi, pasien kabur sebelum tim dari Dinas Kesehatan datang.

"Pasien tidak sabar dan berusaha keluar dari ruang isolasi dengan mencuri-curi kesempatan dari pengawasan petugas, pada saat yang sama perawat sedang ada di ruangan lain untuk merawat pasien," kata Kohar melalui rilis resmi yang dikirim Humas RSSA Kota Malang, Rabu (15/7/2020).

Khawatir tagihan membengkak

Selain itu, Kohar menduga, pasien tersebut nekat kabur karena khawatir biaya persalinannya membengkak.

Ini Daftar Hotel Murah Bali, Bali Siap Sambut Wisatawan Lokal, Dari Model Tenda Sampai Tropis

Ini 10 Negara Eropa yang Paling Bersih, Ini Rahasia Mereka Menjaga Lingkungannya

Putra Mahkota Arab Saudi Jadi Tersangka Utama Pembunuhan Wartawan Jamal Khashoggi

Pasalnya, setelah persalinan, pasien dirawat di bekas paviliun VIP di RSSA dengan. "Pasien merupakan pasien isolasi Covid-19 dengan status confirm Covid-19 pascapersalinan. Pada Minggu, 12 Juli 2020 dilakukan tindakan operasi sesar," katanya.

"Tipe kamar dengan standar VIP, dengan fasilitas yang ada pasien merasa hal ini di luar kemampuannya jika nantinya akan ada tagihan atau billing dari RSSA," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved