Minggu, 19 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Putra Mahkota Arab Saudi Jadi Tersangka Utama Pembunuhan Wartawan Jamal Khashoggi

Menurut tim penyelidik PBB, tersangka utama kasus pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi adalah putra mahkota kerajaan Arab itu sendiri.

Editor: Suci Rahayu PK
Instagram @mbs__life
Mohammed bin Salman 

TRIBUNJAMBI.COM - Kasus pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi yang menjadi misteri hingga 2 tahun lamanya kian tersingkap.

Setelah 2 tahun menjadi rahasia, pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi yang jasadnya urung ditemukan diungkap oleh tim penyelidik PBB.

Menurut tim penyelidik PBB, tersangka utama kasus pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi adalah putra mahkota kerajaan Arab Saudi itu sendiri.

Seorang pejabat PBB, Agnes Callamard mengatakan bahwa putra mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman ( MBS) adalah tersangka utama dalam kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di Istanbul, Turki, 2018.

 Pangeran Mahkota Arab Saudi dan Jamal Khashoggi.
Pangeran Mahkota Arab Saudi dan Jamal Khashoggi. (kolase foto Tribunnews.com (Sumber foto : Al Arabiya))

Melansir Kantor Berita Anadolu, pelapor khusus PBB untuk urusan arbitrer, Agnes Callamard mengatakan meski dia tidak punya bukti terhadap MBS.

Namun urusan perintah dan penghasutan pembunuhan, MBS adalah tersangka utamanya.

"Begini, saya pikir dia adalah tersangka utama dalam hal menentukan siapa yang memerintahkan atau yang menghasut pembunuhan. Dia ada dalam skema.

Secara pribadi, saya (memang) tidak memiliki bukti yang menunjuk kepadanya sebagai (orang) yang telah memerintahkan kejahatan," kata Callamard, yang juga seorang pengacara hak asasi manusia yang terkenal.

Makam Dukun Israel Berusia 12000 Tahun, Ungkap Rumitnya Prosesi Pemakaman, Sampai Makan Kura-Kura

Ayu Ting Ting Akhirnya Sebut Nama Mantan Pacar yang Sangat Berkesan, Sering Bawakan Bekal dan Susu

Menurut wanita itu, bukti tidak langsung menunjukkan bahwa kejahatan seperti itu tidak mungkin terjadi tanpa kontribusi MBS.

"Saya yakin menurut informasi yang diberikan lebih dari setahun lalu, CIA (badan intelijen pusat) telah memiliki informasi ini," ujar Callamard.

Dia mencatat bahwa persidangan Turki diadakan secara 'in absentia' karena semua orang tahu bahwa Arab Saudi tak akan membiarkan para terdakwa menghadapi persidangan langsung di Turki.

Callamard menggambarkan persidangan di Turki lebih adil daripada di Arab Saudi.

Pada 3 Juli lalu, Turki mengadakan persidangan kasus pembunuhan Khashoggi, dengan mendaftar 20 warga Saudi yang dituduh terlibat dalam pembunuhan.

Jamal Khashoggi sendiri adalah jurnalis Arab Saudi yang diasingkan di Amerika Serikat pada 2017.

Heboh Mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab Tingkat Madrasah Dihapus, Ini Penjelasan Kemenag Tanjabtim

3 Tahun Menikah, Terjerat Pencemaran Nama Baik Fairuz, Pablo Benua & Rey Utami Bercerai di Penjara

Dia pergi ke konsulat Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober 2018 untuk mengurus dokumen agar dapat menikah dengan tunangannya, Hatice Cengiz.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved