Virus Corona

WHO Sebut Covid-19 Bisa Menyebar Lewat Udara, Begini 5 Cara Terlindung dari Virus yang Ada di Udara

WHO Sebut Covid-19 Bisa Menyebar Lewat Udara, Begini 5 Cara Terlindung dari Virus yang Ada di Udara

Freepik
Cara Melindungi Diri dari Virus Corona yang Menyebar di Udara, Tetap Pakai Masker dan Jaga Jarak 

TRIBUNJAMBI.COM - Baru-baru ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui adanya bukti penyebaran virus corona atau Covid-19 di udara.

Terkait hal tersebut, WHO secara resmi mengeluarkan pernyataan, virus corona dapat bertahan lama dalam ruang tertutup, Kamis (9/7/2020).

Pernyataan itu disampaikan melalui rilis resmi WHO yang dapat disimak lebih lengkap di sini.

WHO mendefinisikan penularan melalui udara sebagai penyebaran agen penular disebabkan penyebaran aerosol yang melayang di udara dalam jarak dan waktu lama.

Ilustrasi Covid-19
Cara Melindungi Diri dari Corona yang Menyebar di Udara, Tetap Gunakan Masker dan Jaga Jarak (freepik)

Simak Jadwal Puasa Tarwiyah, Dzulhijjah dan Arafah Jelang Idul Adha 2020, Ini Niat dan Keutamaannya

SIMAK Peringatan Dini dari BMKG Untuk Besok Selasa 14 Juli 2020: Waspada Cuaca Ekstrem di 22 Wilayah

Mendagri Warning Petahana Yang Maju Lagi di Pilkada, Jangan Cantumkan Identitas di Kemasan Bansos

Aerosol adalah tetesan pernapasan yang sangat kecil sehingga dapat menempel di udara.

"Penyebaran melalui udara dapat terjadi saat petugas medis terlibat dalam prosedur tertentu yang menghasilkan aerosol," tulis WHO dalam pernyataan terbarunya yang rilis Kamis (9/7/2020), seperti dikutip Tribunnews.com dari Kompas.com.

Cara Melindungi Diri dari Corona yang Menyebar di Udara

Setidaknya terdapat enam cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir risiko tertular Covid-19 melalui udara atau airborne yang Tribunnews.com kutip dari NPR.org:

1. Tetap Jaga Jarak dari Orang Lain ketika Berbincang

Ketika berbicara tatap muka dengan seseorang secara langsung, Anda berada dalam garis langsung bunyi napas yang keluar dari mulut mereka ketika berbicara.

"Jika ada skenario di mana saya berhadapan muka, dengan seseorang, saya menggerakkan kepala saya di tengah jadi saya tidak menghirup secara langsung," kata Seema Lakdawala, seorang peneliti penularan flu di University of Pittsburgh.

Halaman
1234
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved