Breaking News:

10 Remaja SAD Diberikan Edukasi Gizi dan Kesehatan oleh Tim STIKes Baiturrahim Jambi

Melalui kegiatan ini tenaga akademisi (dosen) dapat mengaplikasikan bidang keilmuannya kepada masyarakat sehingga dapat membawa manfaat bagi...

ist
STIKes Baiturrahim saat memberikan edukasi gizi kepada suku anak dalam di Desa Pematang Kabau 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Rendahnya angka partisipasi masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, serta masih rendahnya kepercayaan terhadap tenaga profesional menjadi latar belakang kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) pada komunitas adat Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Pematang Kabau Kabupaten Sarolangun Jambi.

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dilaksanakan oleh tim STIKes Baiturrahim Jambi dalam rangkaian kegiatan PKM hibah Ristek-BRIN tahun 2020 di Desa Pematang Kabau, Kabupaten Sarolangun pada 10-11 Juli 2020.

Melalui kegiatan ini tenaga akademisi (dosen) dapat mengaplikasikan bidang keilmuannya kepada masyarakat sehingga dapat membawa manfaat bagi masyarakat sekitar.

Ngobrol Santuy di Transmart Jambi Bahas Konten di Era New Normal

Nekat Menjadi Pengedar Sabu, Wanita Ini Diringkus Polisi, Suaminya Buronan

Tim Cek Endra Tunggu Rekomendasi PDIP Minggu Ini

Judul kegiatan ini adalah 'Pos Gizi Terpadu pada Komunitas Adat Suku Anak Dalam (SAD) Desa Pematang Kabau Kabupaten Sarolangun' dengan tim yaitu Merita, S.Gz, M.Si (Ketua), Dini Junita S.Gz, M.Si (Anggota), dan Ns. Dwi Yunita, M.Kep (Anggota).

"Beberapa kegiatan pembinaan sudah pernah dilakukan namun pembinaan di bidang gizi masyarakat belum dilaksanakan secara berkelanjutan. Dilain sisi, hasil beberapa riset peneliti sebelumnya menunjukkan bahwa pembinaan yang telah diberikan kepada Komunitas Ada Terpencil (KAT) belum menunjukkan hasil yang optimal. Oleh karena itu perlu upaya pendekatan berbasis keluarga dan masyarakat setempat," ungkap Merita.

Pendekatan Pos Gizi ini berpotensi terhadap perubahan perilaku gizi yang lebih baik. Pos Gizi adalah alat menggerakan masyarakat untuk bekerja dengan melibatkan berbagai lapisan sosial di masyarakat tersebut, agar bekerjasama mengatasi masalah dan menemukan solusi dari dalam masyarakat mereka sendiri.

"Pendekatan ini menitikberatkan pada upaya memaksimalkan sumber daya, keterampilan dan strategi yang ada untuk mengatasi suatu permasalahan dan memanfaatkan metodologi partisipasi secara luas (partisipatory learning and action)," jelasnya.

Kegiatan ini disambut baik oleh pihak mitra yaitu Kepala Desa Pematang Kabau (Hendri Sumasto, SH). Pelaksanaan kegiatan PKM juga didampingi langsung oleh Ibu Kepala Puskesmas Pematang Kabau (Ns. Hartati Sandora, S.Kep) dan melibatkan 3 orang mahasiswa dari Program Studi Ilmu Gizi STIKes Baiturrahim.

Pada tahap ini, telah dilakukan kegiatan edukasi gizi dan kesehatan kepada 10 orang remaja SAD Desa Pematang Kabau. Materi yang disampaikan berupa konsep gizi seimbang, gizi pada remaja, konsep perilaku hidup bersih dan sehat, dan konsep ASI Ekslusif. Materi disampaikan dengan menarik menggunakan video, leaflet, dan poster yang mudah dipahami oleh sasaran.

Selain itu, kegiatan ini juga memberikan praktik atau pelatihan kepada remaja SAD tentang pengenalan sumber zat gizi dari berbagai kelompok pangan dengan media food model, serta cara pemantauan status gizi secara sederhana (penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, dan pengukuran lingkar lengan atas).

Berdasarkan observasi di akhir sesi, hasil menunjukkan perubahan yang lebih baik terhadap aspek pengetahuan gizi dimana sebagian besar sasaran dapat mengenali dan menyebutkan jenis makanan yang baik untuk kesehatan, serta dapat mencontohkan cara pemantauan berat badan.

"Harapannya, 10 remaja SAD tersebut dapat menjadi role model pada komunitas mereka (SAD) yang pada akhirnya dapat membantu dalam menekan permasalahan gizi pada komunitas tersebut," ujarnya.

Meskipun demikian, masih perlu terus dilakukan upaya edukasi dan pendampingan secara rutin dan berkesinambungan agar pengetahuan yang mereka miliki dapat menetap dan menjadi kebiasaan gizi yang diharapkan.

Oleh karena itu, kegiatan PKM ini akan berlanjut dimana tahap berikutnya adalah pemantapan kader Posyandu SAD sebagai fasilitator gizi dan deteksi dini permasalahan gizi pada komunitas SAD Desa Pematang Kabau.

Penulis: Nurlailis
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved