Berita Nasional

Ini Deretan Nama 22 WNI yang Berhasil Diselamatkan TNI dari 2 Kapal China, 3 di Antaranya dari Medan

Ini Deretan Nama 22 WNI yang Berhasil Diselamatkan TNI dari 2 Kapal China, 3 di Antaranya dari Medan

Editor: Andreas Eko Prasetyo
TNI AL
KRI Imam Bonjol 383 menggiring kapal nelayan China Tan Han Cou meski dibayangi kapal patroli CGC 3303 

TRIBUNJAMBI.COM - Aksi perbudakan Warga Negara Indonesia (WNI) sebagai nelayan negara China  kembali terungkap.

Tentara Nasional Indonesia kembali bisa melaksanakan operasi penyelamatan warga negara Indonesia (WNI) dari perbudakan sebagai nelayan.

Keberhasilan tersebut patut diapresiasi lantaran TNI bisa kembali selamatkan WNI dari dugaan perdagangan manusia.

Sudirman: Pemprov Jambi Dukung Konservasi Habitat Gajah Sumatera

Trik Tentara China Bisa Tewaskan 20 Tentara India di Lembah Galwan Terungkap, Ini Strateginya

Ternyata Ari Lasso 3 Kali Menikah, Luna Maya Sampai Kaget: Jadi yang Mana?

Bahkan sebanyak puluhan WNI tersebut bisa kembali dibawa pulang ke tanah air dengan selamat.

Meski salah dari korban dugaan perbudakan dan perdagangan manusia tersebut ada yang sudah tak bernyawa.

KRI Imam Bonjol 383 menggiring kapal nelayan China Tan Han Cou meski dibayangi kapal patroli CGC 3303
KRI Imam Bonjol 383 menggiring kapal nelayan China Tan Han Cou meski dibayangi kapal patroli CGC 3303 (TNI AL)

Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto memberikan penjelasan mengenai pengejaran dua kapal berbendera China dan ditemukannya jasad satu pekerja WNI, ABK salah satu kapal, dalam kondisi tewas di dalam freezer.

Korban tewas tersebut bernama Hasan Afriandi asal Lampung. WNI yang meninggal dunia di kapal berbendera China tersebut sebelumnya telah mencari cumi di perairan Argentina bersama sembilan WNI lainnya, di Kapal Lu Huang Yuan Yu 118.

Asyik, Objek Wisata Kerinci Kembali Dibuka, Wisatawan dari Luar Daerah Wajib Bawa Syarat Ini

OJK, Perbankan, dan Pelaku Dunia Usaha Jambi Dukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional

Pertamina Salurkan Dana Rp 1,2 Miliar Lewat Program Pinky Movement

Sementara di kapal berbendera China lain yang juga dikejar, yakni Lu Huang Yuan Yu 117, terdapat 12 WNI yang bekerja sebagai ABK.

Dua kapal berbendera China ini sebelumnya mencari cumi ke perairan Argentina.

"Jadi total seluruhnya ada 22 WNI yang dipekerjakan dari dua kapal nelayan berbendera China, yakni Lu Huang Yuan Yu 117 dan Lu Huang Yuan Yu 118," kata Indarto Budiarto saat melakukan pres rilis di Dermaga Lanal Batam, Rabu (8/7/2020).

Petugas mengevakuasi jenazah WNI yang berada di dalam kapal berbendera China, Rabu (8/7/2020).
Petugas mengevakuasi jenazah WNI yang berada di dalam kapal berbendera China, Rabu (8/7/2020). (TRIBUN BATAM/ARGIANTO)

Para pekerja disalurkan agen, bekerja sejak Januari 2020

Diceritakan Indiarto, di atas kapal Lu Huang Yuan Yu 118 terdapat 32 kru yang terdiri dari 10 WNI termasuk almarhum Hasan Afriandi dan 15 WNA asal China serta delapan WNA asal Filipina.

Para WNI tersebut dipekerjakan diatas kapal Lu Huang Yuan Yu 118 melalui agen PT Mandiri Tunggal Bahari (MTB) yang beralamat di Jl. Raya Majasem Talang, Kaladawa, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (Jateng).

Dimana direkturnya bernama Moh. Haji yang beralamat di Tegal, Jateng.

"Hasil keterangan sementara para WNI telah bekerja selama tujuh bulan atau sejak tanggal 1 Januari 2020 hingga saat ini," jelas Indarto.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved