Penangkapan Buron 17 Tahun Dinilai Tutupi Malu Menkumham Kebobolan Djoko Tjandra

Ekstradisi buron tersangka pembobol Bank BNI Maria Pauline Lumowa merupakan upaya Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menutup rasa malu.

Editor: Rahimin
ist
yasonna laoly bersama-buron-pelaku-pembobolan-bni-maria-pauline-lumowa 

TRIBUNJAMBI.COM - 17 tahun jadi buronan, Maria Pauline Lumowa akhirnya diekstradiri dari Serbia, Kamis (9/7).

Penjemputan terhadap Maria Pauline dimpimpin langsung oleh Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly.

Tersangka kasus pembobolan Bank BNI yang buron selama 17 tahun, Maria Pauline Lumowa, sudah tiba di Indonesia pada Kamis (9/7/2020) siang.

Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia ( MAKI) Boyamin Saiman menilai, ekstradisi buron tersangka pembobol Bank BNI Maria Pauline Lumowa merupakan upaya Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menutup rasa malu.

Rasa malu yang dimaksud Boyamin adalah masuknya buron terpidana kasus Bank Bali Djoko Tjandra ke wilayah Indonesia tanpa terdeteksi hingga dapat mengajukan peninjauan kembali (PK).

BREAKING NEWS 30 Remaja di Jambi Tertangkap Ramai-ramai Ngamar di Hotel, Camat Temukan Obat Kuat

Seorang Anak Usia 13 Tahun Tewas Dililit Ular Sanca, Panji Petualang Ingatkan Hal Ini

VIDEO Heboh Kalung Antivirus Corona, Menkes Terawan, Ikatan Dokter, hingga DPR Beri Tanggapan

"Ekstradisi Maria Pauline adalah menutupi rasa malu Menteri Yasona atas bobolnya buron Djoko Tjandra yang mampu masuk dan keluar Indonesia tanpa terdeteksi, bahkan Djoko Tjandra mampu bikin e-KTP baru, pasport baru dan mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan," kata Boyamin dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (9/7/2020).

Ekstradisi Maria, lanjut Boyamin, juga menunjukkan bahwa pencekalan kepada buronan tetap berlaku meski tidak ada update dari Kejaksaan Agung.

"Hal ini membuktikan kesalahan penghapusan cekal pada kasus Djoko S Tjandra yang pernah dihapus cekal pada tanggal 12 Mei 2020 sampai 27 Juni 2020 oleh Imigrasi atas permintaan Sekretaris NCB Interpol Indonesia padahal tidak ada permintaan hapus oleh Kejagung yg menerbitkan DPO," kata Boyamin.

Buron tersangka pelaku pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia dan dijadwalkan tiba di Indonesia pada Kamis (9/7/2020) pagi. Setelah 17 tahun buron, Maria Pauline Lumowa yang merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas Bank BNI Cabang Kebayoran Baru senilai Rp 1,7 triliun lewat letter of credit (L/C) fiktif itu diekstradisi kembali ke Tanah Air.
Buron tersangka pelaku pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia dan dijadwalkan tiba di Indonesia pada Kamis (9/7/2020) pagi. Setelah 17 tahun buron, Maria Pauline Lumowa yang merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas Bank BNI Cabang Kebayoran Baru senilai Rp 1,7 triliun lewat letter of credit (L/C) fiktif itu diekstradisi kembali ke Tanah Air. (KOMPAS TV/ARSIP KEMENKUMHAM)

Boyamin melanjutkan, rasa malu juga terjadi terkait hilangnya tersangka kasus suap eks komisioner KPU, Harun Masiku, yang juga sempat tak terdeteksi saat masuk wilayah Indonesia.

Kendati demikian, Boyamin tetap mengapresiasi keberhasilan pemerintah mengekstradisi Marua sambil berharap Djoko Tjandra segera ditangkap.

Diberitakan sebelumnya, Maria diekstradisi dari Serbia pada Rabu (8/7/2020) dan telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis siang hari ini.

PDI Perjuangan Beri Rekomendasi Keponakan Prabowo Subianto Maju di Pilwako Tangerang Selatan

VIDEO Gaya Satpol PP Makassar Berfoto dengan Sepeda Brompton Rp 90 Juta Ini Viral

Tanpa Basa-basi Ayah Bakar Anaknya Saat Tidur, Sempat Ditangkap Warga Tapi Berhasil Melarikan Diri

Setelah tiba di Jakarta, Maria dibawa ke Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan. Maria merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas bank BNI cabang Kebayoran Baru senilai Rp 1,7 triliun lewat Letter of Credit (L/C) fiktif yang sudah buron selama 17 tahun.

Kasusnya berawal pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003. Ketika itu Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai 136 juta dollar AS dan 56 juta Euro atau sama dengan Rp 1,7 triliun dengan kurs saat itu kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.

Aksi PT Gramarindo Group diduga mendapat bantuan dari "orang dalam" karena BNI tetap menyetujui jaminan L/C dari Dubai Bank Kenya Ltd., Rosbank Switzerland, Middle East Bank Kenya Ltd., dan The Wall Street Banking Corp yang bukan merupakan bank korespondensi Bank BNI.

Tersangka kasus pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa
Tersangka kasus pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa (Dok. KOMPASTV/KEMENKUMHAM)

Pada Juni 2003, pihak BNI yang curiga dengan transaksi keuangan PT Gramarindo Group mulai melakukan penyelidikan dan mendapati perusahaan tersebut tak pernah melakukan ekspor.

Dugaan L/C fiktif ini kemudian dilaporkan ke Mabes Polri, namun Maria Pauline Lumowa sudah lebih dahulu terbang ke Singapura pada September 2003, sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh tim khusus yang dibentuk Mabes Polri.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ekstradisi Maria Pauline Lumowa Dinilai Tutupi Malu Menkumham Kebobolan Djoko Tjandra

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved