unik

Sekali Putus Tidak Bisa Nyambung Lagi, Begini Tradisi Orang Rimba Menjalin Kasih

Dalam masa pacaran, Orang Rimba mengenal istilah Bekintangon. Yakni tradisi seorang harus mengabdi.

Editor: Jaka Hendra Baittri
TRIBUNJAMBI/EKO PRASETYO
orang rimba 

TRIBUNJAMBI.COM - Setiap suku punya budaya dan peradabannya sendiri. Tak terkecuali Orang Rimba. 

Di sini, perempuan rimba menempati posisi tinggi dalam peradahan Orang Rimba.

Seorang dukun atau malim adalah wanita. Garis keturunan berada pada perempuan.

Bahkan untuk mengukuhkan tumenggung atau pemimpin Orang Rimba dalam struktur masyarakat mereka, juga dilakukan oleh perempuan.

Bobol Museum Berkeamanan Ketat, Perampok Ini Dapat Rp15 Miliar Dalam Semalam, Begini Kronologinya

Presiden Vladimir Putin Bakal Pimpin Rusia Hingga 16 Tahun ke Depan

Kutipan lirik lagu, Bukan Bintang Biasa (BBB) "putus satu tumbuh seribu, putus nyambung, putus nyambung, putus nyambung, kalau dekat benci kalau jauh kangen" hanya berlaku pada anak milenial.

Tetapi tidak bagi remaja rimba.

Dalam masa pacaran, Orang Rimba mengenal istilah Bekintangon.

Yakni tradisi seorang lelaki mengabdi kepada perempuan (pujaan hati) dan keluarganya selama bertahun-tahun.

Sekali putus, tidak bisa kembali nyambung.

Dituduh Jadi Pelakor, Wanita Ini Ditelanjangi sambil Dioles Sambal hingga Jejeritan di Pinggir Jalan

Tiga bulan lalu, Kompas.com naik motor bersama Betuah (19) pada jalan berlubang dekat Desa Air Panas, di kaki Bukit Duabelas, Kabupaten Sarolangun, Jambi, anak muda Rimba itu tiba-tiba berhenti, dan menatap serombongan Orang Rimba yang lewat.

Tampak ada tiga orang anak kecil dan dua orang dewasa.

Tapi Betuah menatap semak dalam-dalam. Rupanya dalam semak itu ada Bepawal.

"Aku tidak melihat semak Bang. Jangan bilang aku gila."

"Aku melihat Bepawal. Orang Rimba remaja, harus bersembunyi kalau ketemu orang asing," kata Betuah kepada Kompas.com dengan tatapan kosong.

Sepanjang jalan menuju rumah H Jaelani atau Tumenggung Tarib di Desa Paku Aji, Betuah bercerita suka duka dalam menjalankan Tradisi Bekintangon di keluarga Bepawal (18) yang doyan tinggal di kebun sawit.

Tradisi Bekintangon
Halaman
1234
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved