Blak-blakan Mojok Politik Tribun Jambi, Mau Berapa Partai? Siapa yang Paling Berpeluang?
Miftahul Iklas, Ketua Tim Keluarga Fachrori Umar menganggap parpol adalah mesin politik yang mesti dimiliki paslon untuk maju di Pilkada mendatang.
Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Fenomena Democratic Backsliding
Pakar sosiologi politik dan kebijakan publik sekaligus akademisi STISIP Nurdin Hamzah Jambi, Dr Pahrudin HM, MA, berpendapat ini sebagai fenomena democratic backsliding atau kemunduran demokrasi.
Hal itu, menurutnya, karena hampir tidak berfungsinya kaderisasi partai.
"Partai-partai besar kebingungan mencari calon peminpin yg mereka tawarkan ke publik, padahal suaranya besar. Ini fenomena, ada indikasi awal terjadinya kemunduran demokrasi di Jambi," paparnya.
• Terekam CCTV Masjid, Sepeda Motor Jamaah Raib Dibawa Kabur, Pelaku Pura-pura Ambil Wudhu
• Terekam CCTV Masjid, Sepeda Motor Jamaah Raib Dibawa Kabur, Pelaku Pura-pura Ambil Wudhu
Pahrudin menilai PDIP di Jamni sebagai fenomena yang unik. Sebagai partai terbesar, namun belum memiliki tokoh untuk mengisi kursi BH 1.
Semestinya, ulas dia, PDIP mengeluarkan rekomendesi untuk kader yang berpotensi menang dalam percaturan politik, akhir tahun ini.
Selanjutnya, ada kekhawatiran, baik di kalangan akademisi dan pemerhati politik, bahwa suasana politik di Jambi masih disibukkan dengan partai, namun sampai sekarang belum tampak visi-misi apa yang disampaikan.
Untuk itu dia berharap, persoalan perahu politik ini selesai pada Juli 2020, agar masyarakat dapat segera tahu visi-misi bakal pasangan calon yang maju Pilgub nanti.
"Segera menuju ke visi. Kita Berharap pemimpin ke depan fokus membangun Jambi agar mampu menyejahterakan masyarakat Jambi," harap dia.
Saat disinggung peluang bapaslon untuk maju, Pahrudin menyebut semua bacalon punya peluang masing-masing.
Petahana, misalnya, berpeluang besar dengan menjajakan jualan prestasi selama masa kepemimpinannya.
Hal sama juga dimiliki bakal calon lain, yang rata-rata memiliki rekam jejak memimpin di tingkat kabupaten dan kota.
"Mereka sudah memerintah, dan bisa mengandalkan keberhasilan-keberhasilan yang diraih. Kita berpotensi mengelola wilayah ini dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita, di Jambi," tandasnya.