Berita Muarojambi

Honor tak Sesuai, Tim Pengubur Jenazah Covid-19 Muarojambi Ancam Mengundurkan Diri

Rizal satu di antara petugas pengubur jenazah mengungkapkan, sebagai tim pengubur jenazah Covid-19 tentu memiliki resiko yang sangat tinggi dan merasa

Tribunjambi/Hasbi
Proses pemakaman jenazah Covid-19 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Petugas pengubur jenazah Covid-19 Kabupaten Muarojambi ancam akan mengundurkan diri.

Tim pengubur jenazah Covid-19 Kabupaten Muarojambi yaitu terdiri dari pegawai honorer BPBD dan pegawai honorer Dinkes Kabupaten Muarojambi.

Rizal satu di antara petugas pengubur jenazah mengungkapkan, sebagai tim pengubur jenazah Covid-19 tentu memiliki resiko yang sangat tinggi dan merasa kekhawatiran.

Kasus Positif Terus Bertambah, Ahli Menilai Ada Yang Salah Strategi Pada Penanganan Pandemi Covid-19

PDIP Kota Jambi Sambangi Polresta Jambi, Minta Kasus Pembakaran Bendera Partai Diusut Tuntas

Peneliti China Temukan Flu Babi Jenis Baru Berpotensi Jadi Pandemi Punya Gejala Demam, Batuk, Bersin

"Pekerjaan ini tidak mudah, resiko yang kami hadapi nyawa tantangannya, soalnya yang kami tangani merupakan jenazah pasien yang terpapar Covid-19," jelasnya, Selasa (30/6/2020).

Mereka beralasan mengundurkan diri terkait honor yang diterima tidak sesuai yang diharapkan, dan pekerjaannya pun tidak bisa diukur dengan harga dan nyawa yang menjadi taruhan dalam melaksanakan tugas mulia tersebut.

"Sebelumnya dalam sekali penguburan jenazah pasien yang terpapar Covid-19 kami bisa mendapatkan honor sebesar Rp 2,5 juta perorang, kini honor tersebut diturunkan menjadi Rp 1 juta dan itupun belum mendapat persetujuan dari tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Muarojambi," ungkapnya.

"Tugas kita itu bukan langsung menguburkan, tapi mulai dari penggalian, setelah itu memasukkan Peti Jenazah sesuai SOP Covid-19, dan setelah itu selesai, kita di karantina selama 4 hari di balai diklat BKD. Nah tentu ini sangat beresiko sekali, jadi jangan dilihat dari nilai honor yang kami terima," sebutnya.

Rizal bersama rekan rekannya mengaku akan mengundurkan diri jika honor yang mereka terima tidak sesuai dengan resiko yang sewaktu-waktu bisa saja menimpa mereka.

"Kalau honor kita dikurangi, lebih baik kami mundur saja, silakan cari orang lain yang sanggup, dan selama ini sudah ada lima Jenazah Covid-19 sudah kami laksanakan, upah yang kami terima baru sekali, sementara sisa honor dari empat kali pemakaman tersebut hingga kini belum kami terima," tuturnya.

Penulis: Hasbi Sabirin
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved