Disdik Sarolangun Bentuk Tim Khusus, Materi Narkoba Jadi Bahan Ajar Sekolah

Disdikbud Kabupaten Sarolangun saat ini telah menindaklanjuti materi tentang bahaya narkoba dimasukkan ke dalam bahan pembelajaran.

TRIBUNJAMBI/KURNIA PRASTOWO ADI
ilustrasi siswa SD. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sarolangun saat ini telah menindaklanjuti materi tentang bahaya narkoba dimasukkan ke dalam bahan pembelajaran di sekolah.

Kadis Pendidikan Kabupaten Sarolangun, Helmi mengatakan bahwa pihaknya sudah membentuk tim khusus dalam hal menindaklanjuti tersebut, untuk mengkaji materi narkoba dimasukkan ke dalam kurikulum.

"Kami dalam menindaklanjuti sudah membentuk tim khusus, untuk memasukkan ke dalam kurikulum
Kini sedang dikaji, kalau dia permanen tentu harus ada sesuatu yang permanen," katanya.

Kata Helmi, bahwa dalam pembuatan materi narkoba di sekolah SD, dan SMP di Kabupaten Sarolangun tersebut dilihat dari tiga aspek.

Pilkada di Tengah Pandemi, Bawaslu Jambi Asuransikan Petugas hingga Dua Kali Lakukan Rapid Test

4.000 Lebih Pekerja di Jambi Terdampak Covid-19, Perusahaan Kayu Paling Parah

Maulana Minta Program KB Kembali Diaktifkan di Tengah Pandemi Covid-19

Diantaranya (1) mengakrabkan siswa pada nilai-nilai sosial budaya dan lingkungan. (2) mengembangkan keterampilan fungsional yang dapat menunjang kehidupan. (3) menumbuhkan kepedulian siswa terhadap masalah-masalah lingkungan.

"Rencana muatan lokal, ada tiga aspek dalam hal masalah peningkatan budaya daerah. Masalah narkoba ini bisa kita masukkan dalam hal lingkungan tadi, dan kita sudah berkoordinasi dengan BNN Provinsi Jambi, dan ini juga sudah menjadi petunjuk oleh bapak bupati dalam memberi sinyal untik kita berkoordinasi," katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa dalam hal tersebut nantinya materi narkoba ini apakah terintegrasi dengan mata pelajaran atau berdiri sendiri sebagai muatan lokal di sekolah atau digabungkan dengan yang lain.

"Misalnya dengan budaya atau yang menyangkut dengan narkoba," katanya.

Namun ia menjelaskan bahwa dalam hal ini pihaknya tetap memerlukan waktu untuk bisa merealisasikan tersebut, karena untuk menjadi kurikulum dalam pembelajaran disekolah maka harus ada materi bahan ajar terlebih dahulu.

"Rencananya memang secepatnya, tapi kita berproses dulu, membentuk tim lalu mengaji kemudian baru menyusun bahan ajar karena kalau menjadi kurikulum harus menjadi bahan ajar," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sarolangun akan terus melakukan sosialisasi terhadap pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi generasi muda di Kabupaten Sarolangun.

Sosialisasi tersebut akan dilakukan di sekolah tingkat SD dan SMP di wilayah Kabupaten Sarolangun.

Bupati Sarolangun Cek Endra mengatakan bahwa sosialisasi kesekolah tersebut dilakukan oleh para guru agama untuk menyisipkan satu materi bahaya penggunaan narkoba.

Dokter dan Pegawai RSUD Raden Mattaher Demo di DPRD, Fery Kusnadi: Ini Masalah Internal

Raih WTP, Bupati Masnah Janji Pemkab Muarojambi Akan Kerja Maksimal

Parlagutan Cs Akan Diperiksa KPK Besok, Politisi Jambi Itu Akan Langsung Ditahan? 

"Jadi salah satu bentuk kerja sama kami dengan BNNP Jambi, untuk sosialisasi kepada anak-anak murid SD dan SMP. Dan di sarolangun untuk Gerakan sosialisasi kami melibatkan para murid SD hingga SMP kita, dimana kita ada program dititipkan pada guru agama," katanya.

Pelajaran sekolah yang dimaksud, katanya berupa bahaya narkoba dan dampak dari penyalahgunaan narkoba itu sendiri. Sehingga para siswa sekolah sudah mengetahui bentuk barang narkoba tersebut, hingga dampak dari akibat penggunaan narkoba.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved