Angka Kelahiran Meningkat Saat Pandemi, Pemkot Jambi Minta Warga Ikut KB

Angka kelahiran di Kota Jambi selama masa pandemi Covid-19 diketahui cukup meningkat.

Ilustrasi kontrasepsi IUD atau KB Spiral.(Thinkstockphotos) 

TRIBUNJAMBI.COM.JAMBI-Angka kelahiran di Kota Jambi selama masa pandemi Covid-19 diketahui cukup meningkat. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Jambi, mengimbau warga mau KB.

Pihak DPPKB Kota Jambi terus melakukan berbagai upaya untuk menekan laju pertumbuhan penduduk, di antaranya pemasangan implan, ikut program KB, Intra Uterine Device (IUD) / alat kontrasepsi dalam rahim, pembagian kondom, dan lain sebagainya.

Melalui Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXVII tahun 2020, pada Senin (29/6) mendatang, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan diadakan pelayanan gratis sejuta akseptor untuk seluruh kabupaten/kota di Indonesia, dengan prosedur standar protokol kesehatan.

Ini Identitas 3 Warga Batanghari yang Positif Corona, Ada Bocah Usai 7 Tahun

Tiga Pasien Positif Corona Asal Sungai Penuh Sembuh, Total 69 Orang di Jambi Sembuh dari Covid-19

Mengenai hal tersebut Plt Kepala DPPKB Kota Jambi, Irawati Sukandar, mengatakan jawa, pihaknya pada peringatan Harganas tersebut memiliki target ratusan pasangan suami istri yang akan diberikan pelayanan gratis akseptor.

"Ini tersebar di 102 fasilitas kesehatan yang ada di Kota Jambi," katanya, Sabtu(27/6).

Ia juga mengatakan, target pada Harganas tahun ini pihaknya menyiapkan total ada 556 jenis alat kontrasepsi yang siap dibagikan. Seperti ada IUD, implan, kondom, nanti Metode Operasi Wanita (MOW), Metode Operasi Pria (MOP) dan lain sebagainya.

"Target pada Harganas besok untuk seluruh alat kontrasepsi itu sebanyak 556. Seluruh pasien yang KB baru dan ganti cara," sebutnya.

Hal tersebut dilakukan, karena pengendalian kehamilan dan kelahiran juga tak kalah penting.

"Karena jika tidak dikendalikan bisa mengakibatkan terjadinya ledakan penduduk, Hal tersebut harus terus dicegah dan dihindari," tuturnya.

Ia menyebutkan, para calon akseptor untuk dapat merasakan pelayanan tersebut diharuskan membawa KTP dengan NIK Kota Jambi.

"Jadi ini khusus di Kota Jambi," pungkasnya. (Miftahul Jannah)

Penulis: Miftahul Jannah
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved