26 Wilayah di Provinsi Jambi Masuk Dalam Kawasan Rawan Narkoba, Barang Dipasok dari Kota Jambi

Katanya, pemasok ke 26 kawasan tersebut masih berasal dari wilayah Kota Jambi melalui jalur darat dan perairan.

Tribunjambi/Aryo Tondang
Kepala BNNP Jambi, Brigjen Pol Dwi Irianto saat melakukan penanaman pohon 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi menyebut, saat ini terdapat 26 wilayah di Provinsi Jambi yang masuk dalam pemetaan kawasan rawan narkoba.

Kepala BNNP Jambi, Brigjen Pol Dwi Irianto, mengatakan, pendataan tersebut telah dilakukan sejak 2019 lalu.

Katanya, pemasok ke 26 kawasan tersebut masih berasal dari wilayah Kota Jambi melalui jalur darat dan perairan.

Remaja Cantik di Kota Jambi Open BO di Kamar Kos, Sekali Naik Rp 800 Ribu

Download Lagu MP3 Kompilasi Lagu Minang Terpopuler Sepanjang Masa Full Album Semua Enak Didengar

Dijuluki Raja Settingan, Uya Kuya Malah Bangga dan Sebut Itu Pujian

"Mereka sistemnya tidak sekali banyak, mereka masuk itu hanya sekali, kalau habis diantar," kata Dwi, Sabtu (27/6/2020).

Untuk menekan peredaran tersebut, kata Dwi, sinergitas antara pemberantasan dan pencegahan menjadi faktor penting.

"Jadi, pemberantasan dan pencegahan harus seimbang," imbuhnya.

Untuk pencegahan, BNNP Jambi sudah memiliki program, yakni bimbingan teknis atau keterampilan hidup bagi masyarakat.

Mulai dari keterampilan ukiran, kayu, paralon batik dan lidi sawit yang sepenuhnya dibantu langsung oleh BNNP Jambi.

Satu di antara kawasan yang sudah diberdayakan yakni, Desa Panca Mulya, Sungai Bahar, Muarojambi.

Indonesia sendiri saat ini telah masuk dalam fase darurat narkoba. Untuk pemetaan narkoba secara nasional, untuk Indonesia terdapat 654 kawasan yang tergolong dalam rawan narkoba, 26 kawasan terdapat di Provinsi Jambi.

Halaman
12
Penulis: Aryo Tondang
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved