Virus Corona
Ratusan Warga Hadang Ambulans yang Melintas, Ambil Paksa Jenazah Covid-19 dari dalam Mobil
Ratusan Warga Hadang Ambulans yang Melintas, Ambil Paksa Jenazah Covid-19 dari dalam Mobil
TRIBUNJAMBI.COM, AMBON - Ratusan warga menghadang sebuah mobil ambulans yang mengangkut jenazah Covid-19. Mobil ambulans tersebut dicegat saat sedang melintas di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di kawasan Batu Merah Atas, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Jumat (26/6/2020) sore.
Warga menghadang iring-iringan mobil ambulans yang dikawal mobil polisi secara beramai-ramai dan memarkir sepeda motor tepat di atas badan jalan.
Dalam aksi itu, warga ikut menghardik para relawan serta tenaga medis dan terlibat adu mulut dengan sejumlah personel polisi yang mengawal jenazah.
• Indonesia Disebut Kalah Bertarung Lawan Covid-19, Tahap 2 Diprediksi Segera Menerpa, Ini Alasannya
• UPDATE Pasien Meninggal Hari Ini Karena Covid-19 Bertambah 63, Jawa Timur Paling Terbanyak
Warga bersikeras untuk mengambil jenazah Covid-19 itu dengan alasan pasien tersebut bukan meninggal karena corona, namun karena sakit.
Dalam kondisi tak berdaya, para tenaga medis hanya bisa menyaksikan warga mengambil paksa jenazah yang ada di dalam mobil ambulans tersebut dan kemudian membawanya ke rumah duka di kawasan itu.
Selanjutnya, warga mengembalikan peti jenazahnya ke jalan.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lapangan, aksi pengambilan paksa jenazah Covid-19 itu pun menyita perhatian warga di kawasan tersebut. Warga tampak berkerumun di sisi kiri dan kanan jalan tanpa mempedulikan protokol kesehatan, meski sudah dilarang polisi.
• Tujuh Tips Merawat Sepeda Motor di Era New Normal, dari Oli Mesin hingga Sparepart
• Imbas 5 Perawat Positif Covid-19, Dua Puskesmas di Kota Ambon Ditutup Sementara
Pasien Covid-19 yang akan dimakamkan itu merupakan warga Maluku Tengah yang dirujuk ke RSUD Ambon setelah terkonfirmasi positif corona.
Terkait peristiwa itu, Sekda Maluku yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kasrul Selang, mengaku sangat menyayangkan adanya insiden tersebut.
“Ini sangat disayangkan ya,” kata Kasrul, kepada Kompas.com, di lokasi, Jumat sore.
Menurut Kasrul, jenazah yang hendak dimakamkan dengan protokol kesehatan Covid-19 itu, merupakan pasien terkonfirmasi positif corona dengan penomeran 557.
Pasien tersebut meninggal dunia di RSUD dr Haulussy Ambon, sekira pukul 08.00 WIT pagi tadi.
“Meninggal tadi sekira pukul 08.00 pagi di RSUD Haulussy. Ini pasien kasus 577,” ujarnya.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan mereka telah setuju korban dimakamkan dengan protokol kesehatan Covid-19.
“Keluarga inti itu sudah setuju mereka mau pengamanan dengan cepat dan mereka mau di tempat yang mereka tunjuk, di Warasia tentu dengan protokol kesehatan,” ujar Kasrul.
Sementara itu Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang, yang diwawancarai wartawan di lokasi kejadian mengaku insiden itu terjadi diduga karena warga salah paham.
“Kami masih tunggu dari rumah sakit untuk memproses ulang, tadi saya lihat mungkin ada salah paham ya dengan masyarakat,” bebernya.
Saat disinggung apakah ada pihak yang sengaja memprovokasi keluarga korban, Leo menuturkan untuk sementara diselidiki.
“Itu nanti kami lihat perkembangannya, tapi sementara kami atur satu persatu dulu kami harapkan ini bisa secepatnya diproses, yang penting jenazahnya diproses dan dikembumikan dulu,” ungkap dia.
Hingga berita ini ditayangkan, tenaga medis yang menggunakan APD lengkap masih menunggu keluarga menyerahkan kembali jasad pasien Covid-19 itu untuk dibawa ke lokasi pemakaman.
• Intip Daftar Gaji TNI Tahun 2020, Lengkap dengan Tunjangan Kinerja dan Tunjangan Lain Prajurit
• Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad soal Bolehkah Jalankan Shalat Subuh pada Pukul 6 Pagi?
Sumber : Kompas.com