Korupsi Auditorium UIN STS Jambi, Hakim Minta Fakhrul Razi Dihadirkan Lagi 

Pemeriksaan Fakhrul Razi Yamali sebagai saksi di persidangan kasus dugaan korupsi pembangunan auditorium UIN STS Jambi berlangsung cukup lama.

Tribunjambi/Dedy Nurdin
Fakhrul Razi Yamali, Direktur CV Reka Ruang Konsultan saat bersaksi di persidangan dugaan korupsi pembangunan auditorium UIN Jambi, di Pengadilan Tipikor Jambi Rabu (24/6/2020) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemeriksaan Fakhrul Razi Yamali sebagai saksi di persidangan kasus dugaan korupsi pembangunan auditorium UIN STS Jambi berlangsung cukup lama.

Setidaknya empat jam lamanya ia duduk dibangku saksi pada persidangan yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Jambi, Rabu (24/6/2020).

Sebagai Direktur CV Reka Ruang Konsultan yang ditunjuk sebagai konsultan pengawas, keterangan saksi dianggap tidak konsisten acap kali memberi jawaban yang tak sesuai pertanyaan jaksa penuntut Kejari maupun majelis hakim.

Seperti ketika ditanya soal progres pembangunan yang baru mencapai 12,7 persen namun pihak konsultan pengawas ikut menandatangani progres yang sudah dipalsukan menjadi 30 persen untuk pencairan termen.

Sudah Hadir di Persidangan, Kesaksian Mantan Rektor UIN STS Jambi Ditunda, Ini Alasan Majelis Hakim

Empat Kandidat Calon Sekda Provinsi Jambi akan Uji Kompetensi Pekan Depan, Siapa yang Terpilih?

Atas hal tersebut, saksi Fakhrul Razi mengaku tak tahu karena tandatangan untuk pencairan 30 persen ditermen awal itu dilakukan oleh Rinaldi Yamali selaku orang yang dikuasakan untuk menandatangani.

"Saya tahunya setelah ditandatangani baru tahu," katanya.

Namun saat menjawab pertanyaan dari penasehat hukum pihak terdakwa, mengenai hal tersebut ia mengaku tahu jika progres di-up untuk pencairan berdasarkan laporan personelnya di lapangan.

"Kalau ada laporan rutin pekerjaan sebagai konsultan artinya saudara tahu progresnya 12 persen. Lalu ketika dinaikan menjadi 30 persen kenapa ditandatangani," tanja jaksa penuntut Kejari Jambi.

"Yang menandatangani Rinaldi, sesudah ditandatangani baru saya tahu," katanya.

Saksi juga mengatakan bahwa pembayaran sebagai konsultan pengawas telah diterima secara full yang nilai kontraknya mencapai Rp 521 juta.

Keterangan saksi juga dianggap oleh sejumlah saksi tidak benar. Meski demikian Fakhrul Razi mengatakan tetap pada keterangannya.

Update Kasus Virus Corona di Jambi 24 Juni 2020, Total Kasus Positif 114 Orang

VIDEO Zumi Zola Dikabarkan Digugat Cerai Sherrin Tharia

Karena geram sikap saksi yang terlalu berbelit-belit. Ketua majelis hakim Erika Sari Emsah Gintin pun memerintahkan agar terdakwa dihadirkan kembali pada persidangan selanjutnya.

"Pak jaksa saksi dihadirkan kembali di persidangan, termasuk surat kuasa yang saudara maksud itu agar dibawa," kata ketua majelis hakim Erika. (Dedy Nurdin)

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved