Berita Sarolangun

Dua Bulan Habis Rp 833 Juta untuk Penanganan Covid-19 di Sarolangun, Ini Kata Dokter

Direktur RSUD Sarolangun yang juga juru bicara tim gugus Covid-19 Sarolangun, dr Bambang, mengatakan mengenai pengalokasian dana Covid-19

Andolu New Agenc
Ilustrasi masker untuk cegah virus corona 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Pihak RSUD Sarolangun mengakui bahwa dana penanganan pasien Covid-19 yang menghabiskan ratusan juta itu sudah cukup hemat.

Diketahui, kini masih empat pasien positif Covid-19 masih dalam perawatan.

Keempat pasien itu sudah menghabiskan dana Rp 833 juta.

Live Streaming Sekarang, MOJOK POLITIK Tribun Jambi Intip Peluang 4 Bakal Calon Gubernur Jambi

Ini Penyebab Perceraian yang Paling Menonjol di Kabupaten Muarojambi

Naik Helikopter Swasta Untuk Kepentingan Pribadi, Ketua KPK Kembali Dilaporkan ke Dewan Pengawas

Direktur RSUD Sarolangun yang juga juru bicara tim gugus Covid-19 Sarolangun, dr Bambang, mengatakan mengenai pengalokasian dana Covid-19 sudah sesaui dengan SOP dan protap yang berlaku.

Untuk transparansi anggara berjumlah ratusan juta itu untuk pengalokasian secara keseluruhan kepada petugas.

Katanya, petugas Covid-19 di RSUD berjumlah 64 orang yang semuanya diberikan insentif.

Itu terdiri dari dokter umum dan dokter spesialis, perawat, room boy dan security yang semuanya diberikan SK.

RSUD Sarolangun telah mengajukan anggaran penanganan Covid-19 kepada tim gugus covid-19 sebesar Rp 883 juta untuk periode dua bulan.

Sampai dengan saat ini anggaran yang sudah dicairkan yakni untuk pembayaran instensif tenaga medis dan teknis yang menangani pasien covid-19.

Sesuai aturan dan arahan Presiden, jumlah pemberian insentif itu juga berbeda-beda.

Namun diakuinya jika usulan dana tersebut sudah sangat kecil, dibandingkan dengan Kabupaten lain.

"Kita sudah cukup hemat kok, usulan saya sudah sangat kecil, kalok dokter spesial tempat lain, 10 sampai 15 juta, kita dibawah 10 juta, sebulan. Dokter umum lebih parah lagi, malah dibawah 5 juta, kalok anjuran presden itu dokter umum 10 juta. Jadi kita sudah sangat kecil menganggarkan itu, mau banyak pasien, sedikit pasien, itu sudah standar yang kita ajukan. Pencairannya melalui DPA kabupten dan sesaui aturan tidak kira cairkan seenaknya aja,"katanya. ( wahyu herliyanto / tribunjambi.com )

Masih di Penjara, Zumi Zola Dikabarkan Digugat Cerai Sherrin Tharia, Unggahan Sang Istri Doakan Anak

Berkaca Kasus Suap APBD Jambi, Ketua KPK Ingatkan Seluruh Gubernur Jangan Ada Lagi Suap Ketok Palu

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved