Berita Sarolangun

Habis Kerokan Meninggal Dunia, Sopir Truk Asal Padang sempat Ngopi Dulu Bareng Teman

Karena merasa tidak enak badan, ia meminta rekannya untuk memijat bagian punggung dengan kerokan.

Penulis: Wahyu Herliyanto | Editor: Duanto AS
Tribun Jambi/Wahyu Herliyanto
Sopir truk batu bara di Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, meninggal dunia. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Meninggalnya sopir truk batu bara di Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, masih misterius.

Rudi (54) meninggal secara mendadak di warung kopi yang lokasinya di kawasan tambang batu bara.

Sebelum meninggal, warga Padang, Sumatera Barat, itu sempat nongkrong di warung kopi bersama rekannya.

Karena merasa tidak enak badan, ia meminta rekannya untuk memijat bagian punggung dengan kerokan.

Terdakwa Pembunuhan Berencana, Aulia Kesuma dan Anaknya Meminta Keadilan ke Presiden Jokowi

Sinopsis Film X-Men Tayang di Big Movies GTV, Awal Mula Perpecahan Kelompok Mutan

Polsek Kota Baru Kejar Pembobol 14 Warung di Kota Baru, Ternyata Ini Kerugiannya

Namun beberapa saat itu ia sudah tak sadarkan diri ketika dibangunkan oleh rekannya.

Ia dinyatakan meninggal pada senin (22/6) sekira pukul 15.00. WIB.

Menurut keterangan Kepala Puskesmas Mandiangin, Yoga, meninggalnya sopir batu bara itu meninggal secara mendadak.

"Meninggal mendadak," katanya. Selasa (23/6) ketika dkonfirmasi.

Untuk mengetahui penyebab meninggalnya sang sopir ini pihaknya melakukan visum luar.

Dalam hasil visum itu memang didapat bekas kerokan di punggung dan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau senjata tajam.

"Memang murni kemungkinan besar karena sakit,"katanya

Lanjutnya, indikasi lain penyebab meninggalnya sang sopir itu masih dalam menyelidikan. Jika untuk indikasi seperti Covi-19, pihaknya belum bisa menyatakan.

Hal ini karena korban tidak bisa dilakukan pemeriksaan Covid-19 dan penggalian riwayat korban lantaran sudah dalam kondisi meninggal.

"Memang informasi sedikit dan meninggal secara mendadak. Kami dak dapet infonya dan informasi di UGD kayak orang masuk angin,"katanya

Namun jika ingin memastikan korban menderita covid-19 harus dipastikan dengan cara pemeriksanan swab di jambi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved