Pasar di Jalan Wahid Hasyim Ditertibkan, 70 Lapak Pedagang Dibongkar

Pasar di Jalan Wahid Hasyim, Kelurahan Orang Kayo Hitam (OKH), di Kecamatan Pasar kembali ditertibkan.

Penulis: Miftahul Jannah | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Miftahul Jannah
Pasar di Jalan Wahid Hasyim, Kelurahan Orang Kayo Hitam (OKH), di Kecamatan Pasar kembali ditertibkan. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Pasar di Jalan Wahid Hasyim, Kelurahan Orang Kayo Hitam (OKH), di Kecamatan Pasar kembali ditertibkan.

Sekitar 70 lapak yang berdiri di badan jalan dibongkar.

Pantauan tribunjambi.com lapak-lapak pedagang tersebut dibangun dari kayu. Para pedagang yang berjualan di daerah tersebut merupakan pedagang sandal, buah dan lainnya.

Sebelum petugas membongkar paksa lapak pedagang tersebut, sebagian dari pedagang lebih memilih membongkar lapaknya sendiri.

Robi, pedagang sendal terlihat membongkar sendiri lapaknya. Ia mengatakan, sudah risiko yang harus ia hadapai karena memang berdagang di tempat terlarang.

"Kita jualan seperti ini harus siap dengan segala resiko. Saya sudah sejak 4 tahun lalu berjulan, tidak membayar sewa tempat," katanya, Senin, (22/6).

Mulai Digarap KPK, Tiga Mantan Pimpinan DPRD Provinsi Jambi Akan Diperiksa Besok

Dikira Tidur, Sopir Truk Batu Bara Ditemukan Meninggal di Warung Kopi, Polisi Temukan Ini

Jadi Bahan Campuran Aspal, Harga Karet di Jambi Berpotensi Naik

Robi juga mengatakan, meski tidak membayar uang sewa pihaknya tetap diminta untuk membayar uang retribusi yang dipungut petugas setiap hari.

"Tempat tidak sewa, cuma ngasih retribusi. Sehari Rp 2 ribu. Dari dulu seperti itu, kito ikuti alur be," sebutnya.

"Beberapa waktu belakangan ini, setelah adanya kabar akan ada pembongkaran, tidak ada lagi pemungutan retribusi," sambungnya.

Selain itu pihaknya diminta pindah ke pasar Angso Duo, tapi ia mengaku terkendala biaya sewa kios yang mahal. Ia

Sementara itu Lurah Orang Kayo Hitam (OKH), Herlanto mengatakan, pedagang tersebut mendirikan tempat sendiri, tidak ada sewa menyewa.

"Tidak ada yang mengizinkan,"kata Herlanto.

Terkait adanya pungutan retribusi, Herlanto mengaku tak tahu, karena hal tersebut kewenangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi.

"Kalau retribusi terkait, kami tidak tau itu. Rasanya tidak ada itu, karena kalau ada retribusi artinya diziinkan," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved