unik

Hitler's Tasters, Pencicip Makanan Petinggi Nazi, Berisiko Keracunan dan Hidup Dalam Ketakutan

Woelk adalah satu-satunya dari 15 pencicip makanan Hitler yang bertahan. Sisa koleganya diduga ditembak oleh Tentara Merah (pasukan Rusia) 1945.

Editor: Jaka Hendra Baittri
grid.id
Hitler's Taster, kisah para pencicip makanan Hitler. 

TRIBUNJAMBI.COM - Pernah dengar tester makanan yang tugas utamanya memastikan makanan yang akan disantap tidak beracun? Jika hanya bercanda itu tentu lucu, faktanya hal itu menakutkan dan pernah terjadi sejak dahulu.

Pernahkah Anda bayangkan saat mengetahui bahwa setiap suapan makanan yang Anda santap bisa menjadi suapan terakhir dalam hidup Anda?

Kira-kira seperti itulah yang dialami oleh 15 orang gadis semasa Nazi berkuasa di Jerman.

Sebab, mereka yang dikenal sebagai Hitler's Tasters (Para Pencicip Hitler) ini bertugas untuk memastikan setiap makanan yang disantap oleh Hitler terbebas dari racun.

Keberadaan mereka baru diketahui pada 2013 setelah sosok Margot Woelk berbagi kisah mengerikannya sebagai Hitler's Tasters tersebut.

Ngeri! Buaya Peliharaan Hitler Ini Selamat dari Pemboman, Usianya Di Atas Biasanya, Namanya Saturnus

Margot Woelk baru berusia 25 tahun saat namanya terdaftar sebagai salah satu dari 15 pencicip makanan Hitler.

Pekerjaannya? Untuk mencicipi semua makanan pemimpin Nazi sebelum dia memakannya, untuk memastikan mereka tidak diracuni.

Para asteran - semua wanita muda - dibawa ke markas Hitler yang dijaga ketat di Prusia, selama Perang Dunia Kedua.

Woelk, telah lama enggan membahas masa lalunya dan baru memecah kesunyiannya tahun lalu, ketika dia mengungkapkan bahwa Hitler adalah seorang vegetarian dan hanya makan makanan hambar yang terdiri dari nasi, pasta, kacang polong, dan kembang kol.

Harta Nazi Ini Disembunyikan Karena Nilainya Triliunan Rupiah, Tempat Persembunyiannya Banyak

Baru kemudian, melalui televisi Jerman, dia telah mengungkapkan rincian lebih lanjut tentang pekerjaannya yang mengancam jiwa, termasuk pemerkosaannya di tangan seorang perwira SS.

Dia juga mengakui bahwa dia dan teman-teman pencicipinya biasa "menangis seperti anjing" dengan lega bahwa mereka masih hidup.

"Beberapa gadis mulai meneteskan air mata ketika mereka mulai makan karena mereka sangat takut," kata Ms Woelk kepada saluran RBB Berlin.

“Kami harus memakan semuanya. Kemudian kami harus menunggu satu jam, dan setiap kali kami takut bahwa kami akan sakit. Kami biasa menangis seperti anjing karena kami sangat senang bisa selamat ”.

Besi Berkarat Ini Bikin Orang Jerman Bubar, Ternyata Peninggalan Perang Dan Berbahaya

Woelk, yang bukan seorang Nazi, menjadi pencicip makanan yang bertentangan dengan keinginannya.

Terpaksa meninggalkan apartemennya yang dibom di Berlin pada tahun 1941 (sementara suaminya, Karl, pergi berperang) ia melarikan diri 400 mil ke timur ke kota asal ibu mertuanya, Parcz (saat itu Partsch) di Polandia.

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved