Serius Berantas PETI, Polda Jambi Amankan 33 Tersangka di Bungo, Tebo dan Merangin

Kapolda Jambi, Irjen Pol Firman Shantyabudi, akan menindak tegas pelaku penambangan emas tanpa izin (PETI) yang masih marak terjadi.

Istimewa
Lokasi tiga warga tewas tertimbun tanah terbis di saat melakukan penambangan emas tanpa izin (PETI) di Merangin, Kamis (4/6/2020). Kejadian di Kampung 8, Desa Sido Harjo, Kecamatan Tabir Lintas, Kabupaten Merangin. 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI- Kapolda Jambi, Irjen Pol Firman Shantyabudi, melalui Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Jambi, Kombes Pol Edi Faryadi akan menindak tegas pelaku penambangan emas tanpa izin (PETI) yang masih marak terjadi.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Edi. Dia meminta agar siapa saja yang terlibat dalam aktifitas PETI untuk segera berhenti.

"Kita tidak segan-segan untuk menindak tegas tambang ilegal khususnya di Jambi dan kami juga tidak 'pandang bulu' dalam menangkap para penambang emas ilegal tersebut," kata Edi, Jumat (19/6) siang.

Sejak awal Tahun 2020 hingga Juni saat ini, kata Edi, pihaknya telah mengamankan 33 tersangka yang terbukti melakukan aktivitas penambangan ilegal.

Ditolak Dua Rumah Sakit, Ibu Ini Meninggal Setelah Melahirkan

Identitas Mayat di Desa Niaso Terungkap, Ibu Korban Kenali Ciri-cirinya

Kakak Beradik Diberi Uang 27 Triliun dan Dibebaskan Karena Salah Tangkap, Mereka Tetap Kecewa

Penangakapan tersebut dilakukan di tiga kabupaten, yakni Bungo, Merangin, dan Tebo. Selain tersangka, Polda Jambi juga turut mengamankan sejumlah barang bukti terkait aktivitas PETI.

"Kita dari Polda Jambi dan jajaranya serius tangani ini, sebagian pelaku PETI sudah ditetapkan sebagai tersangka," tambah Edi.

Sejauh ini, kata Edi, pihaknya sudah menerima 110 laporan terkait aktivitas PETI, dimana delapan kasus diantaranya saat ini dalam proses penyelidikan, kemudian yang masuk dalam tahap I dan II masing-masing ada satu orang tersangkanya.

"Untuk kasus di Kabupaten Merangin ada lima orang pelaku yang diamankan, kemudian Bungo delapan orang dan Tebo 15 orang," terangnya.

Hasil penanganan tim di lapangan berhasil mengamankan dua alat berat jenis ekskavator, sejumlah dompeng, serta 93 barang bukti lainnya. Petugas juga menyita 2 kg emas hasil PETI.

"Penambangan emas ilegal ini sudah banyak memakan korban jiwa, baik yang ada dapat jenazahnya dan ada juga yang tidak dapat jenazahnya. Untuk itu, kita minta untuk segera dihentikan. Karena juga telah merusak lingkungan," tutup Edi.

Penulis: Aryo Tondang
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved