Ditolak Dua Rumah Sakit, Ibu Ini Meninggal Setelah Melahirkan, Kejadian di Kota Jambi

Ditolak di dua rumah sakit, seorang ibu berinisial S, warga Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, meninggal setelah melahirkan.

Kolase Suryamalang/Tribunpekanbaru
ilustrasi ibu meninggal setelah melahirkan. 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI- Ditolak di dua rumah sakit, seorang ibu berinisial S, warga Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, meninggal setelah melahirkan.

Peristiwa penolakan tersebut terjadi pada Selasa (16/6) lalu. 

Dari informasi seorang bidan yang sempat merawat korban, sebelum ditolak di RS Abdul Manap dan Baiturahim, S sempat dibawa ke Bidan Ernis, yang berada di Perumahan Bogenvil. 

Lantaran kondisi S dalam kondisi sesak napas, pihak Bidan Ernis langsung menyarankan keluarga agar segera membawanya ke rumah sakit.

"Saat dibawa ke sini, S mengalami sesak napas. Dikarenakan saya tidak ada oksigen, saya sarankan S dibawa ke RS Abdul Manap. Di sini S dan keluarganya hanya singgah," jelas Bidan Ernis, Kamis (18/6) sore.

Identitas Mayat di Desa Niaso Terungkap, Ibu Korban Kenali Ciri-cirinya

Hari Ini 551 Pasien Positif Covid-19 Sembuh Seluruh Indonesia, Total Sudah 17.349

ASN Wajib Tahu! PNS yang Tidak Produktif Akan di-PHK, Ini Kata MenPAN RB

Kemudian, S dibawa ke Abdul Manap. Sampai di Abdul Manap, S dikabarkan ditolak pihak rumah sakit.

Direktur RS Abdul Manap, Rudi Pardede, membantah soal penolakan tersebut. Waktu itu, katanya alat di RS Abdul Manap telah terpakai semua, dan pihaknya menyarankan agar dibawa ke RSUD Raden Mattaher.

"Di Abdul Manap semuanya penuh. Kita sarankan ke RS Raden Mattaher. Bukan ditolak," terang Abdul, saat dikonfirmasi via telepon, Jumat (18/6).

Namun keluarganya justru membawa S ke RS Baiturrahim. Sesampainya di RS Baiturrahim, S kembali ditolak. 

Humas Baiturahim, Rini Provita, juga membantah kabar adanya penolakan pasien di RS Baiturrahim.

Katanya, pihaknya bukan menolak, tetapi dikarenakan S masuk ke UGD pada jam malam saat dokter, bidan dan perawat ASN tidak masuk.

"Kecuali pada saat mengalami keadaan darurat, pasti kita tanggani. Namun dokter ASN kita pada malam tidak ada. Jadi kita sarankan ke RS yang ada dokter swastanya. Ini sudah surat edaran dari Dinas Kota Jambi. Kita bukan menolak ya," katanya.

S akhirnya dibawa ke RS Arafah dan melahirkan di sana. Tak lama melahirkan di RS Arafah, S meninggal dunia karena mengalami pendarahan.

Sementara itu, pihak keluarga korban enggan untuk memberi komentar terkait insiden tersebut.

Saat tribunjami.com menghampiri rumah duka, pihak keluarga langsung menolak memberi komentar.
 

Penulis: Aryo Tondang
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved