Bocah 10 Tahun Warga Tungkal Ilir Ini Menderita Gizi Buruk, Hanya Bisa Terbaring di Tempat Tidur

Kondisi Ardiansyah sendiri saat ini hanya bisa terbaring lemah di tempat tidurnya. Kondisi tubuhnya kurus.

tribunjambi/samsul bahri
Bocah penderita gizi buruk saat digendong ibunya 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Muhammad Jumadil Ardiansyah, anak berusia hampir 10 tahun ini terindikasi mengalami gizi buruk. Kondisi Ardiansyah sendiri saat ini hanya bisa terbaring lemah di tempat tidurnya. Kondisi tubuhnya kurus, bahkan rusuk pada bagian perut sangat tampak jelas karena memang kondisinya yang sangat kurus.

Ardiansyah merupakan anak dari Mega Sari Astuti yang tinggal di RT 18 Gang Delima, Kelurahan Tungkal Harapan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Kondisi Ardiansyah yang memprihatinkan ini diungkapkan oleh Mega terjadi sejak Ia berumur 11 bulan hingga saat ini diusianya 10 tahun Ardiansyah mengalami pertumbuhan yang berbeda seperti anak pada umumnya.

Bukan Bermaksud Sombong, Ratu Yakin PAN Bakal Usung Dirinya di Pilgub Jambi

Pak Lurah bikin Surat, Warga Sekampung di Sukoharjo Isolasi Mandiri setelah Pemakaman Seorang Ibu

Kampung Bebas Narkoba di Sarolangun Akan Dicanangkan Serempak Lomba Desa Tangguh

"Sejak umur 11 bulan dia sakit seperti ini. Awalnya anak saya ini panas tinggi dan terus menderita sakit sampai umurnya 10 tahun saat ini, kondisi tubuhnya kek gini lah," ujarnya.

Ia menceritakan sejak mengalami sakit anaknya sudah sering melakukan pengobatan baik itu puskemas maupun berobat kampung. Namun sejak dua tahun terakhir ini tidak ada perobatan dikarenakan tidak punya biaya.

"Kita bolak balik berobat tentu butuh biaya, nah kita tidak punya. Kalo bantuan terakhir dapat bantuan tahun 2018 dari dinas sosial sebesar Rp 300 ribu," katanya.

Menurutnya, setelah 2018 lalu tidak ada lagi bantuan yang di dapat oleh keluarganya. Menurutnya ketika di tanyakan kepada RT tempat tinggalnya, bantuan untuk anaknya tersebut tidak lagi ada.

"Kata RT di sini data bantuan untuk anak saya ini tidak lagi, karena data tersebut sudah dihapuskan di pusat dan diganti dengan bantuan PKH. Ini katanya baru diajukan," ungkapnya.

Ia menyebutkan naknya baru mendapatkan bantuan beberapa bulan terakhir itu pun sejak ada pengiat sosial memposting keadaan anaknya di media sosial. Termasuk juga adanya bantuan dari Puskesmas setempat yang baru-baru ini datang untuk memberikan bantuan makanan.

FAKTA Baru Bentrok Berdarah India Vs China, Tentara India Ngaku Dipukuli hingga Dimutilasi

FAKTA Baru Bentrok Berdarah India Vs China, Tentara India Ngaku Dipukuli hingga Dimutilasi

Andika Mahesa, Eks Vokalis Kangen Band Kini Jualan Beras, 26 Job Harus Hilang Akibat Pandemi

"Baru sekali dikasi bantuan berupa susu sama roti sama pihak puskesmas. Baru satu bulan ini lah ada ngasih itu, sudah heboh di facebook tadi tu lah," katanya lagi 

Sementara itu, Mega berharap bantuan dari pemerintah untuk anaknya terutama untuk perbaikan gizi anaknya. Dia menginginkan adanya perhatian pemerintah untuk membantu anaknya untuk bisa sembuh.

"Mau kita dapat bantuan PKH, beras setiap bulan kek orang. Bantuan anak kita ini lah yang penting, gizi dia, makan dia, pampers dia, kita minta lah bantuan," harapnya.

Penulis: samsul
Editor: rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved