Hakim PN Jambi Marah, Pemilik 1.300 Keping Kayu Ilegal Terungkap

Ketua majelis hakim Arfan Yani sempat berang ketika memimpin persidangan kasus dugaan tindak pidana illegal logging.

Tribunjambi.com/Hasbi Sabirin
Kayu hasil tangkapan Polda Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ketua majelis hakim Arfan Yani sempat berang ketika memimpin persidangan kasus dugaan tindak pidana illegal logging dengan terdakwa Ahmul Keka Baraket alias Iket pada Selasa (16/6/2020) kemarin.

Nada tinggi hakim Pengadilan Negeri Jambi ini setelah merespon jawaban dari sala seorang saksi dari PPNS polisi kehutanan dari SPORC Jambi saat bersaksi di persidangan.

Saat itu ketua majelis hakim Arfan Yani menanyakan siapa pemilik kayu dari hutan Jambi yang diangkut oleh terdakwan Iket.

Namun penyidik menjawab belum bisa mengungkap karena pihaknya masih melakukan pengembangan untuk memburu pelaku yang melakukan penebangan langsung di dalam hutan di Kabupaten Tebo.

"Sementara baru terdakwa ini pak," kata saksi.

Kasus Salah Tangkap di Merangin Ditangani Propam Polda Jambi, Raja Babak Beluk Digebuki Petugas

7 Wilayah di Jambi Masuk Zona Kuning Covid-19, Ini Daftarnya

Update Virus Corona di Jambi 18 Juni 2020, Jumlah Kasus Lebih 100 Orang

"Tugas lapangan tidak pake sementara. Sikat langsung, mau nunggu hutan kita gundul?" kata hakim Arfan Yani yang juga disaksikan jaksa penuntut dari Kejati Jambi.

"Kalau kurang anggota koordinasi, petugas polhut, masih kurang kordinasikan ke Polri dan TNI. Tidak bisa sementara," tegasnya.

"Siapa yang punya kayu itu?" tanya hakim Arfab lagi. "Erwin," kata saksi. "Beli dari siapa?" tanya hakim Arfan lagi.

"Kita gesit mereka lebih gesit. Itu kalau ada laporan kalau gak ada laporan bagaimana? Habis hutan kita. Harus jeli, tidak bisa tidak," katanya lagi.

Iket merupakan sopir pembawa kayu gergaji sebanyak 1.331 keping yang ditangkap oleh petugas kehutanan Jambi saat melintas di Jalan Raya Bogo Rejo Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo pada 15 Maret 2020 lalu.

Untuk mengelabui petugas terdakwa membawa nota angkut kayu Cempedak jenis kayu tanaman. Namun setelah dicek ternyata truk tersebut berisi kepingan kayu meranti batu, kayu rimba jenis keriung dan kempas dengan jumlah 1.331 keping.

Kayu itu rencananya akan dibawa ke Semarang, Jawa Tengah untuk diolah menjadi bahan Furniture.

Kayu tersebut diangkut setelah diperoleh lebih dahulu di sawmil yang beralamat di Rimbo Bujang. Setidaknya ada tiga nama dalam dakwaan jaksa yang masih berstatus DPO.

Terdakwa Iket sendiri didakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 88 ayat (1) huruf a UU RI Nomor : 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan pemberantasan Perusakan Hutan. (Dedy Nurdin)

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved