1.300 Keping Kayu dari Hutan Jambi Gagal Dikirim ke Semarang, Sopir Kini Jalani Sidang

Ahmul Keka Baraket alias Keket kini harus menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jambi dalam kasus dugaan illegal logging.

TRIBUN JAMBI/HERUPITRA
Ilustrasi tersangka illegal logging 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ahmul Keka Baraket alias Keket kini harus menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jambi dalam kasus dugaan illegal logging dengan barang bukti 1.331 keping kayu gergaji, sidang berlangsung Selasa (16/6/2020) kemarin.

Di persidangan, jaksa penuntut umum menghadirkan tiga orang saksi yakni Iskabdar selaku pemilik mobil yang digunakan oleh terdakwa dan dua saksi dari SPORC Brigade Harimau Jambi selaku tim yang menangkap terdakwa.

Di persidangan saksi Iskandar, warga Rimbo Bujang mengaku tak tahu jika mobil truk miliknya digunakan untuk mengangkut kayu ilegal.

"Karena pengakuannya untuk mengangkut garam dari Jawa ke Darmasraya, ndak tahunya diunakan untuk mengangkut kayu," kata Iskandar dipersidangan.

Update Virus Corona di Jambi 18 Juni 2020, Jumlah Kasus Lebih 100 Orang

7 Wilayah di Jambi Masuk Zona Kuning Covid-19, Ini Daftarnya

Di Provinsi Jambi, Merangin Daerah Terbanyak yang Sembuhkan Pasien Covid-19

Sementara dua saksi dari PPNS polisi kehutanan itu menerangkan jika terdakwa ditangkap di Jalan Raya Bogo Rejo Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo pada 15 Maret 2020 lalu.

Saat itu terdakwa membawa truk bermuatan kayu. Dimana dalam izinnya adalah kayu cempedak tanaman hutan. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan sebanyak 1.331 keping kayu gergaji jenis meranti batu, kayu rimba jenis keriung dan kempas.

Kayu tersebut menurut saksi akan dibawa ke Jepara untuk digunakan untuk pembuatan furniture. Namun di alamat tujuan beralamat di Jalan Raya Semarang-Purwodadi Km 27 Jawa Tengah.

Terdakwa mengikuti persidangan dari jaringan video converence tak membantah keterangan ketiga saksi. Persidangan di pimpin oleh majelis hakim yang diketuai oleh Arfan Yani.

Terdakwa Iket sendiri didakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 88 ayat (1) huruf a UU RI Nomor : 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan pemberantasan Perusakan Hutan. (Dedy Nurdin)

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved