Puluhan Security di Sarolangun di-PHK, Protes Tuntut Masalah Pesangon

Puluhan security di Kabupaten Sarolangun di-PHK akibat pihak perusahaan mengalami masalah keuangan.

Tribunjambi/Wahyu Herliyanto
Puluhan security di Sarolangun kena PHK, mereka menuntut pesangon. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Puluhan security di Kabupaten Sarolangun di-PHK akibat pihak perusahaan mengalami masalah keuangan.

PT. Agrindo Panca Tunggal Perkasa (APTP) tempat mereka bekerja melakukan pengurangan karyawan karena masalah keuangan.

Atas keputusan ini, puluhan security melakukan protes karena mereka tidak mendapatkan pesangon sesuai Undang-Undang ketenagakerjaan.

Persoalan ini sudah sampai proses mediasi di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sarolangun.

Kadid Hubungan Industrial, Bustanil Arifin mengatakan persoalan ini sesuai aturan wajib membayar pesangon dua kali ketentuan. Namun pada kesempatan mediasi ini, setelah dilakukan penghitungan perusahaan tidak sanggup membayar pesangon.

Update Virus Corona di Jambi 17 Juli 2020, Tambah 1 Pasien Positif dari Sarolangun

Kisah Sopir Angkutan di Jambi, Dua Bulan Nganggur hingga Penumpang Sepi Akibat Corona

Nama 5 Dewan Pengawas RS Raden Mattaher Picu Polemik, Ada yang Pernah Terjerat Kasus Hukum

"Perusaah tidak sanggup bayar sebanyak itu. Perusahan hanya sanggup menambah 1 juta. Hal ini sangat jauh dari jumlah yang harus dibayarkan sesungguhnya," katanya, usai mediasi, Rabu (17/6).

Ia menjelaskan, jika memang  masing-masing pekerja memiliki riwayat masa kerja yang berbeda. Namun jika dilihat dari masa kerja paling lama sudah 13 tahun.

"Sebagai contoh estimasi karena efisiensi dari perusahaan bukan kesalahan karyawan. Jadi misalnya pesangonnya berjumlah 20 juta, perusahaan sanggup 10 juta, tadi perusahaan hanya nambah 1 juta,  ya gak ketemu," katanya.

Diakuinya jika pihak perusahaan dan para pekerja yang di-PHK masih akan dimediasi pada tahap kedua.

"Tadi sudah rapat mediasi pertama, di-PHK security 25 orang, alasan di-PHK nyo Efisiensi. Mediasi ke-2 dilanjutkan Rabu, 24- 06-2020," katanya.

Mediasi ini akan dilakukan dengan tiga tahapan dengan para mediator, jika tidak menemukan titik temu lagi, pihaknya menganjurkan apakah dilanjutkan atau tidak. Jika dilanjutkan harus dibawa ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Jambi.

Pihak perusahaan bersama security sudah melakukan mediasi internal, tetapi tidak menemui titik terang yang jelas terkait pesangon.

Hingga berita ini diterbitkan wartawan tribunjambi.com, masih berupaya mengkonfirmasi pihak perusahaan.(Yan)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved