Breaking News:

Pedagang di Pasar Positif Corona

Kisah Sopir Angkutan di Jambi, Dua Bulan Nganggur hingga Penumpang Sepi Akibat Corona

Pemerintah Provinsi Jambi menyerahkan bantuan berupa sembako kepada 100 sopir terdampak Covid-19, Rabu (17/6/2020).

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Mareza
Gubernur Jambi Fachrori Umar menyerahkan bantuan berupa sembako kepada 100 sopir terdampak Covid-19, Rabu (17/6/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi menyerahkan bantuan berupa sembako kepada 100 sopir terdampak Covid-19, Rabu (17/6/2020). Dalam penyerahan yang berlangsung di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jambi itu, Gubernur Jambi, Fachrori Umar mengatakan, hal itu merupakan langkah yang dilakukan pemerintah untuk meringankan beban masyarakat.

"Ini langkah yang cepat. Kita juga melakukan peralihan anggaran yang kurang penting dan memberikan bantuan finansial di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jambi," katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Varial Adhi Putra menjelaskan, pemberian bantuan tersebut juga hasil dari koordinasi yang dilakukan bersama Dinsos Jambi.

Dua Hari Dikabarkan Hilang, Petani di Sungai Penuh Ditemukan 11 Km dari Lokasi

Tiga Pencuri Toko Krisbow Jadi DPO, Dover: Sampai Kapanpun Saya Kejar

VIDEO Pertanyakan Anggaran Rp 101 Miliar, Mahasiswa Tanjabbar Minta Ketemu Bupati

"Kemarin kita mengajukan untuk 350 orang, tapi baru terealisasi untuk 100 orang dari 12 PO (perusahaan otobus)," ujarnya.

Sopir yang menerima bantuan tersebut rata-rata mengemudi untuk rute AKAP dan AKDP.

Dia berharap, ke depan akan ada bantuan lain yang dapat disalurkan kepada masyarakat terdampak Covid-19 ini. Selain itu, bantuan yang ada diharapkannya dapat bermanfaat bagi penerima.

Menganggur Dua Bulan

Tribunjambi.com mewawancarai beberapa sopir bus yang memerima bantuan. Safrul (47), satu di antaranya mengaku sempat menganggur selama dua bulan. Selama itu bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama keluarganya.

Normal baru (new normal) yang mulai berjalan tidak banyak mengubah hidupnya. Sopir rute Jambi-Painan ini bahkan sempat hanya membawa 8 penumpang dari 39 kursi yang tersedia.

"Masih sepi. Orang-orang juga banyak yang belum berani keluar," katanya.

Sopir lain, Wika (31) juga mengeluhkan hal yang sama. Selain penumpang yang berkurang, jumlah trip yang biasa dilakoni pun berkurang.

Jika dalam satu bulan dia bisa dapat delapan trip, bulan ini dia sangsi bahkan untuk dapat separuh dari jumlah itu.

"Sampai sekarang baru dua trip. Biasanya satu trip itu, PP tiga bari, sekarang bisa lima sampai enam hari," jelasnya.

Sopir rute Jambi-Kerinci ini bahkan mengaku sering menginap di Jambi lebih dari satu malam sejak pandemi Covid-19 ini.

Kendati begitu, dia masih sempat mengucap syukur. Dia sudah bisa kembali bekerja, meski dengan jumlah penumpang berkurang dan ongkos yang tetap. Mereka berharap, pandemi ini segera berlalu.(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved