Selasa, 28 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Virus Corona

Obat Dexamethasone Selamatkan Pasien Covid-19 di Inggris dari Kematian, Jadi Awal Harapan Baru?

Obat Dexamethasone Selamatkan Pasien Covid-19 di Inggris dari Kematian, Jadi Awal Harapan Baru?

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Canva/TribunKaltim.com
Ilustrasi obat Dexamethasone 

TRIBUNJAMBI.COM - Obat Dexamethasone (deksametason) belakangan ini disebut jadi obat manjur mengobati pasien virus corona.

Bahkan, bukti ampuhnya obat itu sesuai terobosan besar dalam perang melawan virus corona menurut ilmuwan Inggris.

Kemarin Selasa (16/6/2020) para ahli yang dipimpin tim Universitas Oxford mengungkap temuan awal yang menunjukkan dexamethasone berhasil mengurangi risiko kematian pada pasien Covid-19 dengan kondisi parah.

Ini berarti, dexamethasone merupakan obat pertama yang terbukti secara efektif bekerja melawan virus corona.

Pihak Pelaksana Kartu Prakerja Menjawab Soal Jadwal Pencairan Insentif serta Dibukanya Gelombang 4

BREAKING NEWS Pedagang Pasar di Sarolangun Positif Corona

Ribut Dana BLT, Ratusan Warga Seling Kembali Demo Kades: Fasilitas Kantor Desa Hancur

Sudah Sama-sama Siaga Pemicu Senjata, Kapal AS & China Cuma Berjarak 100 Meter di Laut China Selatan

Dexamethasone adalah obat steroid berdosis rendah yang biasanya digunakan untuk mengobati berbagai reaksi alergi serta rheumatoid arthritis dan asma, gangguan darah/hormon/sistem kekebalan tubuh, masalah pernapasan, gangguan usus tertentu, dan kanker tertentu.

Dilansir AFP, Selasa (16/6/2020), dexamethasone merupakan obat anti-inflamasi, yakni kelompok obat yang digunakan untuk mengurangi peradangan, sehingga meredakan nyeri dan menurunkan demam.

Tim meresepkan dexamethasone ke sekitar 2.000 pasien Covid-19 dengan kasus parah.

Hasilnya, obat ini mampu mengurangi risiko kematian dengan rasio satu banding tiga untuk pasien yang menggunakan ventilator dan satu banding lima untuk pasien yang menggunakan tabung oksigen.

Dosis harian dexamethasone dapat mencegah satu dari delapan kematian pasien yang menggunakan ventilator dan menyelamatkan satu dari setiap 25 pasien yang membutuhkan tabung oksigen.

Selain meresepkan dexamethasone kepada 2.000 pasien Covid-19 dengan kasus parah, tim juga melibatkan 4.000 pasien sebagai kelompok kontrol.

Ogah Dibantu Negara Lain, Ini Taktik Jitu Indonesia Tandingi Kekuatan PLA Navy China Menurut Pakar

Lama Tak Masuk Sekolah, Siswa di Jambi Mengaku Kangen

BREAKING NEWS Ratusan Warga Seling Kembali Geruduk Kantor Desa, Minta BLT Dibagi Rata

Kelompok kontrol ini tidak diberi dexamethasone.

"Dexamethasone adalah obat pertama yang terbukti meningkatkan harapan hidup pasien Covid-19. Hasil ini sangat disambut baik," ucap Peter Horby, profesor Emerging Infectious Diseases di Departemen Kedokteran Nuffield, Universitas Oxford.

"Dexamethasone tidak mahal, tersedia di seluruh dunia, dan dapat digunakan untuk menyelamatkan nyawa pasien Covid-19 di seluruh dunia," imbuh dia.

Dari hasil uji yang membahagiakan ini, Sekretaris Kesehatan Inggris Matt Hancock mengatakan bahwa pasien di Inggris akan segera diberi dexamethasone.

Seandainya obat ini digunakan untuk mengobati pasien di Inggris sejak awal pandemi, peneliti memperkirakan 5.000 nyawa bisa diselamatkan.

ilustrasi ventilator
ilustrasi ventilator (shutterstock)

Potensi luar biasa

Hasil uji coba ini sangat menjanjikan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved