Berita Internasional
AS Kerahkan Kapal Perang, Kapal Perusak dan Jet Tempur di Laut China Selatan, Tantang Tiongkok?
AS Kerahkan Kapal Perang, Kapal Perusak dan Jet Tempur di Laut China Selatan, Tantang Tiongkok?
TRIBUNJAMBI.COM, WASHINGTON - Ketegangan antara Amerika Serikat dan China terus digesek melalui kekuatan militer kedua negara di Laut China Selatan.
Untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun, tiga kapal induk Amerika berpatroli di perairan Indo-Pasifik.
Melansir AP, ini merupakan sebuah pertunjukan terkait kekuatan angkatan laut besar-besaran di suatu wilayah yang bergolak karena meningkatnya ketegangan antara AS dan China.
Sejumlah pengamat menilai, aksi ini juga merupakan sinyal bahwa Angkatan Laut AS telah bangkit kembali dari kemunduran yang akibat serangan wabah virus corona.

• Merasa Diintimidasi, Puluhan Waga Muaro Jernih Datangi Mapolsek Tabir Ulu
• VIDEO: Detik-detik Pesawat Tempur TNI AU Jatuh Timpa Pemukiman Warga di Kampar Riau
• Berapa Gaji & Tunjangan Jenderal Polisi di Indonesia? Golongan 1, II & III Serta Perwira Menengah
AP memberitakan, kegiatan militer yang simultan dan tidak biasa dari tiga kapal perang AS, disertai dengan kapal penjelajah Angkatan Laut, kapal perusak, jet tempur dan pesawat lainnya, muncul ketika Washington meningkatkan kritik terhadap tanggapan Beijing terhadap wabah virus corona, langkahnya untuk memaksakan kontrol yang lebih besar atas Hong Kong, dan kampanyenya untuk melakukan militerisasi pulau buatan di Laut China Selatan.
"Ada beberapa indikasi dalam tulisan-tulisan China bahwa Amerika Serikat dihantam keras oleh Covid-19, bahwa kesiapan militer rendah, jadi mungkin ada upaya Amerika Serikat untuk memberi sinyal kepada China bahwa mereka tidak boleh salah perhitungan," kata Bonnie Glaser , direktur Proyek Tenaga China di Pusat Studi Strategis dan Internasional kepada AP.
• Datang ke DPW PAN Jambi, Kemas Ambilkan Formulir untuk Cek Endra
• VIDEO: Sambut New Normal, Gramedia Jambi Sediakan Alat Cuci Tangan Higienis System Knockdown
• Videonya Kerap Sindir-sindir, Bintang Emon Diserang Buzzer, Disebut Pakai Narkoba

"China pasti akan menggambarkan langkah ini sebagai contoh provokasi AS, dan sebagai bukti bahwa AS adalah sumber ketidakstabilan di kawasan ini."
Sebelumnya diberitakan, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompoe berencana untuk bertemu dengan pejabat pemerintah China di Hawaii, menurut laporan Politico, mengutip dua sumber yang tak disebutkan namanya.
Seperti diberitakan Reuters, Sabtu (13/6), Politico melaporkan, Pompeo yang mengkritik China tentang berbagai masalah tengah merencanakan perjalanan tersebut dan proses pengaturannya belum selesai.
• Sinopsis Film Divergent Tayang di Trans TV, Menentukan Pilihan Diantara Lima Faksi
• Manusia Pengaruhi Ikatan Sosial Jerapah, Kok Bisa? Ternyata Ini Sebabnya
• Sinopsis Film Die Hard 4.0: Live Free or Die Hard, Mengisahkan Penyerangan Sistem Komputer Agen FBI
Departemen Luar Negeri AS dan kedutaan besar China di Washington tidak segera menanggapi permintaan komentar yang dilayangkan Reuters.
Asal tahu saja, hubungan antara negara dengan dua ekonomi terbesar dunia itu memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan Presiden AS Donald Trump sempat mengancam, dia dapat memutuskan hubungan dengan China.
• Sembelih Babi Betina, Peternak Ini Temukan Benda yang Bikin Kaya Mendadak, Ternyata
• Sehari 4 tamu, mas, Rp 300 ribu Siang Kerja di Toko Baju Malam Open BO di Kamar
• Penyidik KPK Kembali Panggil Istri Nurhadi Sebagai Saksi Kasus Suap Penanganan Perkara di MA
• Raih 100 Juta Viewers di Video Klip More n More, TWICE Pecahkan Rekor Sendiri
• Rumah Kos Jalan Kasturi Geger karena F Open BO di Kamar, Sehari 4 Pria Keluar-Masuk
• Danau India Warna Pink Ini Sebelumnya Punya Warna Lain, Kata Peneliti Ini Penyebabnya
Bulan lalu, Pompeo mengatakan bahwa China dapat mencegah kematian ratusan ribu orang di seluruh dunia jika lebih transparan tentang virus corona dan menuduh negara tersebut menolak untuk berbagi informasi.
Dia juga mengatakan, rencana China untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong akan menjadi lonceng kematian bagi otonomi bekas jajahan Inggris.
NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE: