Breaking News:

Taman Rimba Ditutup Akibat Corona, Endang Akui Sulit Capai Target PAD Tahun Ini

Ditutupnya tempat wisata dan keramaian di Provinsi Jambi akibat Covid-19 membuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini diprediksi tak tercapai taget

Tribunjambi/Deddy Nurdin
Gajah tunggang menjadi favorit pengunjung Taman Rimba Zoo Jambi selama libur lebaran. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Ditutupnya tempat wisata dan keramaian di Provinsi Jambi akibat Covid-19 membuat Pendapatan Asli Daerah (PAD)  tahun ini diprediksi tak tercapai taget. Seperti Taman Rimba Jambi yang diperkirakan PAD turun hingga 70 persen.

Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Taman Rimba Jambi, Endang mengatakan bahwa sampai saat ini kebun binatang tersebut masih ditutup sementara. Meski demikian pihaknya juga tetap melakukan perawatan dan pemeliharaan pada satwan yang ada di Taman Rimba Jambi.

“Kalau perawatan tetap, karena satwa juga tetap ciptaan tuhan, dan semua karyawan kita juga tetap kerja," sampainya.

Namun Endang tak memungkiri bahwa target sebesar Rp 3,7 miliar ini tak tercapai. Namun perawatan tetap kita lakukan. Kata Endang, biarlah orang di rumah, namun kita tetap bekerja merawat satwa milik negara ini.

“Pengaruhnya banyak memang, PAD yang tak tercapai lebih dari separuh. Memang sangat sedikit sekali. Seharusnya lebaran Idul Fitri tempat kita mengejar target, namun karena masih ditutup sehingga sulit untuk tercapai,” akunya.

Peredaran Narkoba Meningkat di Masa Pandemi, BNN Jambi Lakukan Langkah Ini

Beda dengan Gerindra, PA 212 dan PKS Kompak Menolak Prabowo Subianto Maju Lagi di Pilpres 2024

Endang menyebutkan sangat bersyukur bahwa Taman Rimba Jambi tersebut milik pemerintah, sehingga untuk fasilitas dan persiapan pangan masih aman dengan anggaran yang telah disediakan oleh Pemerintah. “Kalau pakan tetap lancar, dan tak ada kendala,” ungkapnya.

Diketahui, Taman Rimba Jambi yang mulai tutup pada 18 Maret lalu hingga kini belum ada perintah kapan akan dibuka kembali. Pasalnya, dengan diterapkan new normal tempat wisata akan dibuka bertahap. Seperti salah satunya membuka tempat ibadah, mal kemudian disusul dengan tempat wisata.

“Kita menunggu perintah saja, karena tanpa ada perintah kita juga tak berani untuk membuka terlebih dahulu, nanti bisa menyalahi aturan,” tambahnya.

Dengan tak tercapainya PAD tersebut, Endang mencoba akan memanfaatkan hari besar keagamaan atau hari libur lainnya untuk mengejar target yang telah ditentukan meski itu sangat mustahil.

“Karena kita ini bukan kota wisata sehingga di situasi saat ini memang sulit untuk mencapai target, hanya saja libur sekolah dan hari libur biasa,” tandasnya.

Penulis: Zulkipli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved