Berita Merangin
Diserang Babi Hutan, Petani Kentang dan Ubi Jalar di Merangin Terancam Gagal Panen
Warga setempat menyebut jika babi hutan ini muncul sejak beberapa minggu terakhir ini. Kawanan babi tersebut memakan isi dari Ketang dan ubi jalar...
Penulis: Muzakkir | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, MERANGIN - Ratusan babi hutan menyerang perkebunan kentang dan ubi jalar petani di Desa Renah Alai Kecamatan Jangkat.
Akibatnya, puluhan hektar lahan perkebunan warga terancam gagal panenan akibat dirusak oleh babi hutan tersebut.
Warga setempat menyebut jika babi hutan ini muncul sejak beberapa minggu terakhir ini. Kawanan babi tersebut memakan isi dari Ketang dan ubi jalar yang sudah siap panen.
• Kolaborasi Telkomsel dan Kemenag RI Hadirkan Program Penyediaan Kuota Terjangkau
• Diskon 50 Persen untuk Pembelian Produk di The Body Shop bagi Para Tenaga Medis
• Secret Number Berjanji Comeback Sebelum Akhir Tahun, Akan Ada Lebih dari Dua Lagu
Untuk menjaga tanaman agar tidak dirusak oleh kawanan babi itu, petani harus menjaga kebunnya hampir 24 jam.
"Sekarang lagi musim jukut (nama lain dari babi hutan;red). Sudah beberapa malam ini petani ronda di kebun. Kalau tidak dijaga tanaman bisa dirusaknya," kata Masrian warga setempat, Selasa (9/6/2020).
Menurut dia, saat ini sudah banyak tanaman warga yang dirusak oleh kawanan babi tersebut.
"Sekali masuk kebun jumlahnya bisa ratusan ekor. Kalau tidak dijaga bisa menyebabkan gagal panen total," tambahnya lagi.
Hal tersebut juga diungkapkan oleh Hengky petani lainnya. Dia menyebut jika tanaman yang rawan dijarah hama babi adalah tanaman umbi-umbian seperti kentang dan ubi jalar.
Sementara saat ini mayoritas petani di Desa Renah Alai dan sekitarnya bertanaman ubi jalar dan kentang.
"Mulai dari yang baru ditanam atau yang mau panen rawan dirusak. Jadi mau dak mau kami harus ronda di kebun," sebutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/babi-hutan-di-dekat-permukiman-warga-seberang-kota-jambi_20170324_104834.jpg)