Berita Batanghari

Ratusan Pelanggan PDAM Tirta Batanghari Diputus

Kata Andi, water meter bagi mereka yang tidak membayar tunggakan dicabut, sehingga tidak akan lagi bisa menerima suplai air dari PDAM.

Penulis: Muuhammad Ferry Fadly | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
tribunjambi/hasbi sabirin
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI, MUARABULIAN - Ratusan pelanggan yang nakal terpaksa diputus oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Batanghari, Kabupaten Batanghari.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Andi Halren selaku Kabag Langganan PDAM Tirta Batanghari pada Minggu (7/6/2020).

Kata Andi, water meter bagi mereka yang tidak membayar tunggakan dicabut, sehingga tidak akan lagi bisa menerima suplai air dari PDAM.

"Sejak bulan Januari hingga akhir Mei 2020, ada 254 unit water meter pelanggan yang kita cabut. Mayoritas alasan pencabutan tersebut karena menunggak pembayaran diatas 3 bulan," ujarnya.

Kakek 70 Tahun di Jaluko Dikabarkan Cabuli Delapan Remaja Tanggung, Polisi Belum Dapat Laporan

Akhir Pekan di Kota Jambi, Wisata Danau Sipin Dipadati Pengunjung

Update Perkembangan Kasus Covid-19 Provinsi Jambi, Angka Pasien Positif Tidak Berubah

Menurut Andi Harlen, bagi pelanggan yang pembayarannya menunggak akan tetap menjadi piutang PDAM.

"Sewaktu-waktu jika mereka mau memasang sambungan kembali, maka harus membayar tunggakan itu terlebih dahulu dan membayar sambungan baru lagi," tuturnya.

Dalam pencabutan sambungan tersebut, ada proses yang harus dilalui, seperti membuat surat peringatan dan himbauan kepada pelanggan yang memiliki tunggakan, kemudian cara pendekatan atau sosialisasi kepada pelanggan.

"Sebelum melakukan pencabutan, terlebih dahulu kita usahakan untuk melakukan negosiasi dengan pelanggan yang menunggak. Hal ini dilakukan, karena sampai sekarang PDAM masih membutuhkan pelanggan. Jika tidak ada titik temu, maka akan dicabut," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved