Beberapa Jurusan SMKN di Provinsi Jambi Dibatasi Jumlah Siswa Barunya Tahun Ini

Bukri tidak memungkiri bahwa saat ini banyak lulusan SMK yang nganggur. Namun tahun ini belum ada jurusan yang dihapus.

Penulis: Zulkipli | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ist
Kepala Bidang Bina SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Bukri 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tahun ini penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMKN di Provinsi Jambi dibuka sebagaimana biasanya. Namun beberapa jurusan/kompetensi keahlian dibatasi pendaftarnya.

Jurusan-jurusan yang dibatasi pendaftar salah satu di antaranya jurusan Administrasi Perkantoran.

"Ini memang sudah isu nasional, memang ada beberapa konpetensi keahlian itu memang sudah jenuh, artinya mereka tamat itu sulit untuk bekerja, itu salah satunya konpetensi administrasi perkantoran," kata Kepala Bidang Bina SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Bukri, Minggu (7/6/2020).

Kapendam Dibuat Geram oleh Aksi KKB Papua, Goliat Tabuni dan Lekagak Tembak dan Mutilasi Warga Sipil

Libur Sekolah di Sarolangun Diperpanjang Lagi

New Normal di Kabupaten Bungo Sedang Dikaji, Tidak Pakai Masker Siap-Siap Didenda Rp 50 Ribu

Dikatakan Bukri, saat ini sudah dibatasi, meski masih ada peminat, namun sudah disampaikan ke sekolah-sekolah, maksimal boleh menerima siswa paling banyak satu kelas. Menjelang jurusan ini ditutup.

"Karena jurusan ini memang lebih banyak nganggur, satu-satunya jalan mereka itu harus melanjutkan, sementara kita di SMK ini melanjutkan itu pilihan ke tiga pelihan pertama bekerja dan pilihan ke dua berwirausaha," jelasnya.

Bukri tidak memungkiri bahwa saat ini banyak lulusan SMK yang nganggur. Namun tahun ini belum ada jurusan yang dihapus.

"Kita berangsur-berangsurlah, penerimaan mulai dikurangi, kedepan melihat perkembangan kalau pemerintah menyeruh menghapus kita hapus," ujarnya.

Menurutnya, trend jurusan di SMK terus berkembang mengikuti perkembangan pembangunan nasional dan teknologi. Seperti saat ini yang sedang berkembang yakni pariwisata, perhotelan, tata boga.

"Inilah yang kita dorong lebih banyak, tetapi kesulitan kita sekolah yang kita dorong justru terkendala guru kejuruan di bidang ini," sebut Bukri.

Untuk PPDB SMK tahun ajaran 2020/2021 ini sendiri disampaikan Bukri akan dibuka serentak pada 29 Juni-4 Juli 2020.

Di SMK tidak menggunakan sistem zonasi seperti SMA. "SMK ini polanya seleksi tes, dan tes inipun dibatasi untuk kompetensi keahlian di atas daya tampung," sebutnya.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved