Breaking News:

Banyak yang Protes Tagihan Listrik Melonjak saat PSBB, Pihak PLN: Langkah Ini Sudah Dipersiapkan

Dengan skema ini, lonjakan yang melebihi 20% akan ditagihkan pada bulan Juni sebesar 40% dari selisih lonjakan, dan sisanya dibagi rata tiga bulan

tribunnews
logo PLN 

TRIBUNJAMBI.COM - Belakangan, banyak konsumen yang mengeluh lantaran tagihan listrik mendadak naik saat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ) selama virus corona. Ini Kata PLN.

Tak sedikit konsumen mengeluhkan kepada PLN naiknya tagihan listrik antara Rp 50 - 100 ribu setiap bulan.

Terkait dengan keluhan pelanggan ini, PLN telah menyiapkan skema perlindungan lonjakan tagihan untuk mengantisipasi lonjakan drastis yang dialami oleh sebagian konsumen, akibat pencatatan rata-rata tagihan menggunakan rekening 3 bulan terakhir.

Dengan skema ini, lonjakan yang melebihi 20% akan ditagihkan pada bulan Juni sebesar 40% dari selisih lonjakan, dan sisanya dibagi rata tiga bulan pada tagihan berikutnya.

Padahal Mau Menikah, Siswi SMK Ini Nekat Gantung Diri, Calon Suami Cemburu Ada Chat Mesra Pria Lain

Motif Pria 19 Tahun Bunuh PSK di Hotel Sleman, Korban Sempat Tolak Layani setelah Pelaku Pesan Jasa

Sempat Naksir Mama Amy, Hotman Paris Sebut Bagian Tubuh Ibu Raffi Ahmad Paling Disukai: Enak Dilihat

Sempat Niat Jual Diri, Nikita Mirzani Ungkap Masa Susahnya Dulu: Boleh Deh, Kalau Emang Gw Laku

Selain itu, banyaknya keluhan dari pelanggan, PLN membuka posko pengaduan.

"Langkah ini sudah dipersiapkan jauh-jauh hari oleh PLN, dengan mempertimbangkan adanya keluhan pada sebagian pelanggan di unit-unit pembayaran PLN termasuk keluhan yang disampaikan melalui media ataupun media sosial." Kata Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan Bob Saril dalam siaran pers yang diterima Tribun melalui pesan elektronik, Sabtu (6/6/2020).

Bob mengatakan, skema ini diberikan sebagai bentuk upaya PLN dalam memberikan jalan keluar terbaik bagi Konsumen yang tagihannya melonjak pada bulan Juni 2020, sehingga konsumen tidak terkejut dengan tagihan listrik listrik selama masa PSBB.

Selanjutnya Konsumen dapat menyelesaikan seluruh kewajibannya di masa produktif setelah penerapan PSBB berangsur berakhir.

Skema tersebut dipersiapkan setelah mengevaluasi pelaksanaan penagihan listrik pada bulan Mei yang juga mengakibatkan munculnya pengaduan pada sebagian pelanggan.

Untuk mengatasi pengaduan tersebut, PLN juga menambah posko pengaduan.

Halaman
12
Editor: Tommy Kurniawan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved