Bank Indonesia Sebut Inflasi Jambi Mei 2020 Terkendali

ist
Inflasi tertinggi terjadi di Kota Jambi sebesar 0,75 persen. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jambi menyampaikan, inflasi Jambi pada bulan Mei 2020 terkendali.

Pada Juni 2020 BI memprediksikan, Provinsi Jambi diperkirakan akan mengalami inflasi pada kisaran 0,21% - 0,61% (mtm).

Berdasarkan data BPS Provinsi Jambi, pada Mei 2020 Provinsi Jambi mengalami inflasi bulanan sebesar 0,32% (mtm). Bayu Martanto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi dalam keterangan tertulis mengatakan, dengan angka tersebut maka secara tahunan inflasi Jambi adalah sebesar 1,09% (yoy) dan secara tahun berjalan inflasi Jambi sebesar 0,56% (ytd).

Beberapa Jurusan SMKN di Provinsi Jambi Dibatasi Jumlah Siswa Barunya Tahun Ini

Kapendam Dibuat Geram oleh Aksi KKB Papua, Goliat Tabuni dan Lekagak Tembak dan Mutilasi Warga Sipil

Secara keseluruhan, jenis barang dan jasa yang memberikan andil terbesar adalah komoditas pada kelompok transportasi yaitu angkutan udara (andil 0,23%). Diikuti komoditas pada kelompok makanan, minuman, tembakau, yaitu bawang merah (andil 0,23%), kangkung (andil 0,19%), tempe (andil 0,04%), dan bayam, ikan dencis, dan ikan lele (andil 0,03%).

"Secara umum, dibukanya kembali layanan penerbangan komersial domestik di tengah kebijakan Pemerintah terkait pembatasan aktivitas sosial dan larangan untuk melakukan perjalanan mudik, berdampak pada kenaikan tarif angkutan udara," ujarnya, Jumat (5/6).

Peningkatan harga aneka rokok terjadi menyusul kebijakan pemerintah yang meningkatkan tarif cukai hasil tembakau dan harga jual eceran (HJE) untuk komoditas tersebut sebesar 23%.

Sementara itu, berakhirnya masa panen di sejumlah sentra di wilayah Jawa, berdampak pada keterbatasan pasokan komoditas bawang merah. Di tengah kecenderungan meningkatnya permintaan pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), hal ini berdampak terhadap kenaikan harga komoditas bawang merah.

Terdapat beberapa komoditas yang menahan deflasi, yakni cabai merah dengan andil deflasi 0,21%, bawang putih andil deflasi 0,09%, telur ayam ras dan beras andil deflasi 0,04%, ikan nila dan minyak goreng andil deflasi 0,03%, dan cabai rawit andil deflasi 0,02%.

Penurunan harga pada komoditas tersebut sebagai dampak dari melimpahnya pasokan untuk memenuhi permintaan.

Perkembangan inflasi bulanan di Kota Jambi 0,29% (mtm), sedangkan tahun berjalan 0,53% (ytd) dan inflasi tahunan sebesar 1,15% (yoy). Inflasi utamanya didorong oleh peningkatan harga yang terjadi pada komoditas angkutan udara (andil 0,26%), bawang merah (andil 0,21%), kangkung (andil 0,07%), rokok kretek filter (andil 0,05%), tempe, bayam, rokok putih, dan ikan dencis (andil 0,04%).

Sementara komoditas penyumbang deflasi antara lain cabai awang merah (andil 0,25%), bawang putih (andil 0,09%), telur ayam ras (andil 0,05%), kemeja pendek katun pria, beras, ikan nila, dan celana panjang jeans pria (andil 0,04%).

Untuk Kabupaten Bungo mengalami inflasi bulanan 0,49% (mtm), tahun berjalan 0,73% (ytd) dan inflasi tahunan sebesar 0,55% (yoy). Inflasi utamanya didorong oleh peningkatan harga yang terjadi pada komoditas bawang merah (andil 0,35%), daging ayam ras (andil 0,20%), ayam hidup (andil 0,07%), petai dan rokok kretek filter (andil 0,05%).

Sementara komoditas penyumbang deflasi antara lain cabai merah (andil 0,36%), bawang putih (andil 0,08%), emas perhiasan (andil 0,07%), cabai rawit dan jeruk (andil 0,02%).

Libur Sekolah di Sarolangun Diperpanjang Lagi

New Normal di Kabupaten Bungo Sedang Dikaji, Tidak Pakai Masker Siap-Siap Didenda Rp 50 Ribu

Mempertimbangkan kondisi terkini serta kebijakan pemerintah maupun pelaku usaha, BI memperkirakan pada Juni 2020 Provinsi Jambi akan mengalami inflasi pada kisaran 0,21% - 0,61% (mtm) atau 0,34% - 0,74% (yoy). Inflasi utamanya akan didorong oleh kenaikan harga komoditas tarif angkuran udara seiring dengan peningkatan permintaan menyusul dibukanya kembali layanan penerbangan komersial domestik.

Selain itu, beberapa komoditas bahan makanan seperti bawang merah dan daging ayam ras diperkirakan meningkat yang disebabkan keterbatasan pasokan untuk memenuhi kebutuhan.