Berita Nasional
Aksi Kopassus Hadapi 3.000 Pemberontak Kongo, Ide Mistis Gunakan Kain Putih Sukses Perdaya Musuh
Aksi Kopassus Hadapi 3.000 Pemberontak Kongo, Ide Mistis Gunakan Kain Putih Sukses Perdaya Musuh
Selama bertugas di sana, pasukan Garuda III mudah beradaptasi dengan warga setempat.
Para anggota Kopassus kerap berinteraksi hingga mengajarkan cara memasak makanan Indonesia.
Tak heran, warga kerap menaruh kepercayaan tinggi.
Alhasil, pergaulan hangat yang dijalin pasukan Garuda III, membuat warga turut bersimpati atas program yang dilancarkan untuk mengamankan daerah tersebut dari pemberontak.
Hal ini membuat warga tanpa pamrih memberikan bocoran, terkait akan adanya serangan dari gerombolan pemberontak.
Memang benar, suatu waktu markas pasukan Garuda III diserang para pemberontak.
Pemberontak merasa terusik terhadap kehadiran pasukan Garuda III.
• Posisi Cut Syifa di Poster Terbaru Sinetron Samudra Cinta SCTV Picu Reaksi, Rangga Azof : Ready?
• Cut Syifa Unggah Foto Wajah Bocahnya, Sudah Main Film & Sinetron Sejak Kecil Bareng Ciccio Manassero
• Bukan Sosok Biasa, 2 PNS yang Pingsan Setengah Telanjang Dalam Mobil Ternyata Pejabat di Dinas Ini
Penyerbuan para pemberontak pada tengah malam, membuat markas terkepung.
Penyerangan secara tiba-tiba terdiri dari 2 ribu pemberontak, sedangkan pasukan di markas hanya 300 orang.
Akhirnya, pasukan Garuda III pun mencoba bertahan dan balik menyerang.
Pertempuran kedua pihak pada dini hari, membuat kawasan tersebut semakin mencekam.

• Gara-gara Persoalan Uang, Seorang Wanita di Cianjur Dibakar Hidup-hidup oleh Adik Kandung!
• 167 Paket Kegiatan di Pemprov Jambi Sudah Ditenderkan di UKPBJ Provinsi Jambi
• Masih Ada Rusak Berat, Kementrian PUPR Segera Tuntaskan Pembangunan Ruas Jalan Nasional Jambi-Sabak
Adanya baku tembak ini membuat sejumlah pasukan Garuda III mengalami cedera ringan.
Menjelang subuh, para pemberontak pun balik kanan.
Namun, pasukan Garuda III justru tak tinggal diam.
Mereka menyiapkan strategi untuk balik menyerang.
Akhirnya, 30 anggota Kopassus pun diturunkan menjadi tim paling depan.
Pagi hari, 30 anggota Kopassus ini memulai perjalanan menuju lembah mematikan, disebut 'no man's land' atau kawasan tak bertuan di atas kekuasaan pemberontak.